Breaking News:

Soal Usulan Pilkada Tak Langsung dan Asimetris, Surya Paloh: Nasdem Tak Pertahankan Hidup Mati

Surya Paloh tidak mempersoalkan tentang usulan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) asimetris atau kembali ke DPRD.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA
Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem), Surya Paloh tidak mempersoalkan tentang usulan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) asimetris atau kembali ke DPRD sebagaimana yang diusulkan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.

Menurut Surya Paloh, Partai NasDem tidak akan mempertahankan mati-matian satu model Pilkada yang jika memang ada pembahasan model Pilkada yang lain.

DAM & AHM Berbagi Ilmu dan Pengalaman di HDC Tour dengan Siswa-siswi Bandung

"Kalau memang diskursus memang mengarah ke arah itu kenapa tidak, artinya tidak ada misalnya blocking harus (Pilkada) yang seperti ini secara absolut hidup mati, bagi Nasdem tidak begitu," ucap Surya Paloh, Sabtu (23/11/2019).

Surya Paloh tak ingin memaksakan model Polkada yang saat ini digunakan harus berubah menjadi Pilkada langsung yang dipilih oleh DPR atau Pilkada asimetris.

Untuk memutuskan sekaligus menentukannya, maka harus dikembangkan pembahasan di semua komponen dan elemen masyarakat.

"Saya pikir ini (pembahasan) bagus untuk membangun peran partisipasi publik yang lebih terlibat, dalam perubahan yang cukup strategis bagi seluruh tatanan kehidupan kebangsaan kita, termasuk masalah-masalah Pilkada pemilu dan sebagainya," kata Surya Paloh.

Model Pilkada ada beberapa macam mulai dari Pilkada langsung hingga Pilkada kembali ke DPRD.

Bagi Surya Paloh tidak mempermasalahkan karena sebelumnya Indonesia pun sudah pernah menggunakan model-model Pilkada seperti itu.

Meski begitu, Surya Paloh mengaku, di awal berdiri, Partai Nasdem pernah melakukan diskursus dengan melakukan beberapa Focus Group Discussion (FGD) dengan melibatkan lembaga-lembaga akademisi, kampus.

Jokowi Tunjuk Stafsus dari Kalangan Milenial, Surya Paloh Sebut Magang

Dari Forum Group Discussion tersebut, dapat diambil kesimpulan, bahwa untuk tingkat kabupaten dan kota sepakat Pilkada tidak lagi digunakan model Pilkada langsung.

Namun, hasil tersebut harus didukung suasana oleh keinginan masyarakat.

"Ini tidak boleh hanya karena Nasdem sok tahu terus dia mau maksakan dirinya sendiri, dirinya yang paling merasa benar. Itu salah," pungkas Surya Paloh.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved