Kecewa Berat Tuntutan Perangkat Desa Dicopot Tak Direspon, Warga Lengor Lamongan Rusak Gapura Dusun

Kecewa Berat Tuntutan Perangkat Desa Dicopot Tak Direspon, Warga Lengor Lamongan Rusak Gapura Dusun.

Kecewa Berat Tuntutan Perangkat Desa Dicopot Tak Direspon, Warga Lengor Lamongan Rusak Gapura Dusun
SURYA/HANIF MANSHURI
Massa bergerak ke kantor desa dan Kantor Kecamatan menuntut agar Kasi Pemerintahan dicopot karena diduga selingkuhi istri orang, Selasa (26/11/2019) 

Kecewa Berat Tuntutan Perangkat Desa Dicopot Tak Direspon, Warga Lengor Lamongan Rusak Gapura Dusun

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Tidak dikabulkan, ratusan warga Dusun Lengor Desa Pelangwot Kecamatan Laren Lamongan melampiaskan ketidak puasannya dengan merobohkan gapura masuk Dusun Lengor.

Massa yang menuntut agar Kasi Pemerintahan Desa Pelangwot Mujib Utomo dicopot dari jabatannya karena diduga selingkuh dengan istri orang lain belum mendapatkan kepastian.

Camat Laren Mohammad Naim tidak langsung memberi keputusan, karena perlu ada bukti atas tuduhan dugaan tersebut.

Ratusan Warga Lengor Ngluruk Kantor Camat di Lamongan, Minta Perangkat Desa Dicopot Diduga Selingkuh

Dubes Singapura Anil Kumar Kunjungi Jawa Timur, Emil Dardak Sebut Singapura Lirik Lamongan Shorbase

Cara Lamongan Menghormati Ratusan Graduasi Mandiri

Saat demo di Balai Desa Pelangwot dan ke Kantor Kecamatan, massa tidak berhasil 'memaksa' kades maupun camat untuk segera memecat Mujib.

Massa kemudian kembali dengan memendam kekecewaan mendalam.

Dalam perjalan menuju Dusun Lengor, massa langsung merusak gapura dusun.

Ada yang membawa palu besar dan alat - alat besi untuk menghancurkan pondasi kanan kiri gapura.

Setelah berhasil menghancurkan dua pondasi gapura, massa merobohkan gapura yang terbuat dari rangka besi tersebut.

Tak ada yang melerai saat sebagain warga merusak gapura."Ini cara kami, karena tidak ada keputusan sesuai harapan warga," gerutu seorang warga.

Berhasil dirobohkan, bangkai gapura diletakkan dan ditinggalkan begitu saja.

Meski sudah melakukan pengrusakan, massa masih bertekad hendak bergerak kembali dikemudian hari.

"Kami akan melakukan aksi lagi, kalau sampai tuntutan kami tidak juga dikabulkan," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, ratusan massa melurug ke balai desa dan kecamatan menuntut agar perangkat desa, Mujib Utomo dipecat.

Tuntutan massa didasarkan dugaan perselingkuhan yang dilakukan Mujib.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved