Berita Persebaya Surabaya
Jeli Melihat Potensi, Aji Santoso Beri Panggung Pemain Muda di Persebaya Surabaya
Datangnya Aji Santoso di Persebaya Surabaya menjadi jalan terang bagi pemain muda Bajul Ijo
Penulis: Khairul Amin | Editor: Dwi Prastika
Disampaikan Aji Santoso, memberikan panggung ke pemain muda, selain untuk mengasah kemampuan mereka, juga untuk menjadikan kompetisi dalam tim lebih sehat, tidak ada pemain yang mendominasi.
Termasuk juga dalam tiga laga terakhir, Aji Santoso mainkan Imam Arief Fadillah saat hadapi Tira Persikabo (9/11/2019), dimana itu menjadi laga debutnya bersama Persebaya.
“Artinya saya menciptakan satu suasana kompetisi persaingan yang sehat, biar mereka di dalam latihan tidak leha-leha, kalau leha-leha pasti akan duduk di sini (bangku cadangan),” ucapnya.
“Jadi saya tumbuhkan mereka benar-benar loyal terhadap profesi mereka dan total buat Persebaya, itu yang selalu saya tanamkan kepada pemain Persebaya,” tambah mantan pelatih Persela itu.
Tak hanya mengorbitkan pemain muda, Aji Santoso yang tercatat pernah menjadi pemain dan pelatih Persebaya sebelumnya, diharapkan bisa mengembalikan permainan khas Persebaya dengan satu-dua sentuhan yang selama ini belum terlihat kembali.
• Tampil Cemerlang, Marc Marquez Ungkap Penampilannya pada MotoGP 2019 Tidak Wajar
• Persebaya Surabaya Ditahan Imbang Tim Juru Kunci, Aji Santoso: Kami Kurang 1 Persen
Aji Santoso menjadi bagian Persebaya periode 1995-1999. Bersama Persebaya, ia menyumbangkan gelar juara Liga Kansas Indonesia (1996/1997). Dari 78 caps-nya bersama Persebaya, Aji Santoso sumbangkan 9 gol.
Semasa menjadi pemain, Aji Santoso dikenal sebagai bek kiri dengan kemampuan bertahan dan menyerang sama baiknya.
Maka tidak heran, di balik hasil positif Persebaya ditangannya selama tiga laga, selain belum terkalahkan dengan dua kemenangan dan satu hasil imbang, permainan khas Persebaya satu-dua sentuhan mulai terlihat.
“Dari segi cara bermain, taktikal bermain, kalau dilihat sejarah Persebaya mulai dari zaman dulu sampai zaman saya, sampai saat ini, sebenarnya filosofi mereka tidak pernah berubah, yaitu main dengan bola-bola bawah dengan aliran cepat, tidak mengandalkan long pass,” tegas Aji Santoso.
Dari sisi mental pun sama, Persebaya dikenal permainan ngeyel, ngosek, dan pantang menyerah sepanjang laga.
“Dari segi mentalitas adalah pemain yang fighting sepanjang pertandingan tidak pernah menyerah, terus bermain agresif,” pungkas pelatih 49 tahun itu.
• Tanggapi Pernyataan Pelatih Persija Soal Handball Ryuji Utomo, Pelatih Arema FC: Butuh Kacamata Baru
• Jorge Lorenzo Pilih Indonesia untuk Awali Masa Pensiunnya dari MotoGP
Di sisi lain, disampaikan Manajer Persebaya Surabaya, Candra Wahyudi pada satu kesempatan, memang fokus utama pihaknya merekrut Aji Santoso untuk menjadikan Persebaya lebih baik dalam jangka dekat, dari sisi mental dan permainan.
Namun ia juga tidak menampik bahwa bisa jadi, kebiasan Aji Santoso di tim sebelumnya mengorbitkan pemain muda, akan juga ikut prioritas.
“Kami melihat jangkan pendek dulu, coach Aji Santoso juga baru, mungkin dia masih perlu mengobservasi pemainnya seperti apa. Untuk proyek-proyek ke depan (mengorbitkan pemain muda) pasti kami akan bicarakan seiring kondisi tim yang kondusif,” ucap Candra Wahyudi.
10 Pemain Muda Persebaya Surabaya
1. Miswar Saputra (23)
2. Rachmat Irianto (20)
3. Elisa Yahya Basna (23)
4. M Supriadi (17)
5. Osvaldo Haay (20)
6. M Alwi Slamat (22)
7. Irfan Jaya (23)
8. Koko Ari Araya (19)
9. M Kemaludin (19)
10. Zulfikar Ahmad (19) (Khairul Amin)
Yuk Subscribe YouTube Channel TribunJatim.com: