Ketua DPD RI LaNyalla Harapkan Pemerintah Prioritaskan Pengusaha Lokal

Ketua DPD RI LaNyalla Mahmud Mattalitti meminta agar pemerintah pusat dan daerah mendahulukan pengusaha swasta dalam program pembangunan infrastuktur

Ketua DPD RI LaNyalla Harapkan Pemerintah Prioritaskan Pengusaha Lokal
TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA SAKTI
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti meminta agar pemerintah pusat dan daerah mendahulukan pengusaha swasta dalam program pembangunan infrastuktur untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Menurut Ketua Kadin Jawa Timur ini, selama ini, kontraktor swasta dianggap sudah mampu bersaing untuk mengerjakan proyek infrastuktur berskala nasional maupun daerah.

LaNyalla mengatakan, selama ini banyak mendapat banyak keluhan dari pengusaha swasta karena mereka selalu dikalahkan dalam proses tender, oleh pemerintah pusat maupun Pemerintah Daerah (Pemda). Padahal, ketika proses tersebut, harga yang ditawarkan lebih murah daripada perusahaan BUMN, yang ikut dalam tender proyek infrastuktur pemerintah.

“Yang perlu dipikirkan adalah banyak pengusaha dan kontraktor mereka tidak ikut bersaing dengan BUMN. Kadangkala mereka menang tender tetapi tidak ditunjuk dan yang selalu ditunjuk BUMN,” katanya di Kantor DPD RI.

LaNyalla Mahmud Mattalitti menjelaskan, Pemda dan pemerintah pusat harus mengikuti perintah Presiden Joko Widodo yang menganjurkan agar pengusaha swasta didahulukan.

Ketua DPD RI LaNyalla Terima Dokumen RUU Provinsi Bali di Gedung Parlemen Senayan Jakarta

Belasan Pimpinan BUMN Gowes Bareng di Banyuwangi, Bupati Anas Ajak Sinergi Bangun Daerah

Kukuhkan Kota Cerutu di Jember, LaNyalla Sentil Bupati Jember Yang Tak Hadir

Mantan Ketua PSSI menjelaskan, berdasarkan instruksi Presiden Jokowi itu harus dijalankan oleh semua pembantunya baik di tingkat kementrian, maupun Pemprov dan Pemkab/Pemkot.

“Apa yang disampaikan pak Jokowi swasta bisa, swasta didahulukan. Swasta tidak bisa BUMN didahulukan ini statemennya pak Jokowi,” tambahnya.

LaNyalla menambahkan, dalam waktu dekat, pihaknya akan menemui Menteri PUPR Basuki Hadimulyono untuk membahas masalah itu.

La Nyalla berpendapat, pihaknya merasa perlu memperjuangkan nasib para pengusaha di daerah, karena selama ini mereka terbukti lebih murah dalam menawarkan tender pembangunan. Murahnya harga yang ditawarkan itu karena, para pengusaha swasta lokal lebih mengedepankan efisiensi.

“Saya akan bertemu dengan Menteri PUPR banyak pengusaha menang tender tidak ditunjuk padahal terendah selalu,” jelas mantan Ketua Kadin Jatim itu.

LaNyalla khawatir, jika selalu dikalahkan, maka nasib pengusaha lokal akan semakin terpuruk. Bahkan, bisa jadi mereka akan gulung tikar karena kesulitan mendapatkan proyek dari pemerintah. Menurut dia, pemerintah tidak boleh memandang rendah kontraktor dan pengusaha lokal, karena mereka selama ini sudah mampu bersaing dengan BUMN milik pemerintah.

“Pengusaha lokal harus selalu didahulukan ini instruksinya pak Jokowi. Saya menghimba terutama pada Gubernur dan Menteri PUPR kalau pengusaha lokal bisa ditukung dan jangan sampai dikahalkan mereka bukan BUMN,” pungkasnya.

Penulis: Yoni Iskandar
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved