Harga BBM Naik
Pertamina Angkat Bicara Soal Polemik Harga Asli Pertalite Lebih Mahal Dibanding Pertamax
Pertamina menjelaskan bahwa harga Pertamax berbeda karena merupakan BBM nonsubsidi yang mengikuti perkembangan harga pasar.
Ringkasan Berita:
- Harga keekonomian Pertalite disebut mencapai Rp 18.040 per liter, tetapi dijual Rp 10.000 karena subsidi pemerintah.
- Pertalite mendapat subsidi pemerintah, sedangkan Pertamax merupakan BBM nonsubsidi yang mengikuti pasar.
- Pertamina menaikkan harga Pertamax menjadi Rp 16.250 per liter setelah sebelumnya ditahan sejak April 2026.
TRIBUNJATIM.COM - Polemik harga asli BBM jenis Pertalite yang disebut mencapai Rp 18.040 per liter kini ditanggapi PT Pertamina (Persero).
Harga asli Pertalite itu kini menjadi sorotan karena ada perbedaan mencolok dengan Pertamax.
Pertamina menjelaskan bahwa harga Pertamax berbeda karena merupakan BBM nonsubsidi yang mengikuti perkembangan harga pasar.
Meski mengalami penyesuaian menjadi Rp 16.250 per liter, harga Pertamax disebut masih berada di bawah harga keekonomian.
Baca juga: Perbandingan Harga Pertamax Indonesia vs Negara Tetangga, Seskab Teddy Sebut Lebih Murah
Pada salah satu unggahan di Instagram, netizen atau warganet menunjukkan struk pembelian BBM di salah satu SPBU Pertamina yang menampilkan rincian harga asli Pertalite.
Pada struk dengan transaksi 11 Juni 2026, tertera bahwa pembeli hanya perlu membayar Rp 10.000 per liter dari harga asli Pertalite yang mencapai Rp 18.040 per liter.
Artinya, sebesar Rp 8.040 di setiap liternya disubsidi oleh pemerintah.
Harga asli Pertalite pun memicu pertanyaan publik karena terlihat lebih mahal daripada harga jual Pertamax saat ini sebesar Rp 16.250 per liter, seperti di wilayah Jabodetabek.
Padahal Pertamax memiliki RON 92, lebih tinggi kualitasnya dari Pertalite yang memiliki RON 90.
Terkait hal tersebut, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth M.V. Dumatubun memberikan penjelasan mengenai perbedaan antara harga keekonomian dengan harga jual BBM di SPBU.
Ia menjelaskan, Pertalite merupakan jenis BBM subsidi yang harganya ditetapkan oleh pemerintah.
Selisih antara harga keekonomian dan harga jual di SPBU pun ditanggung oleh pemerintah.
"Program subsidi BBM adalah kewenangan dan ditentukan oleh pemerintah. Subsidi diberikan pada Pertalite, dan Pertamina sebagai operator patuh kepada kebijakan pemerintah," ujar Roberth kepada Kompas.com, Minggu (14/6/2026).
Sementara itu, Pertamax merupakan jenis BBM nonsubsidi yang harga jualnya semestinya mengikuti fluktuasi pasar.
| Harga Asli Pertamax Capai Rp 21 Ribu? Ternyata Pertamina Masih Tanggung Selisih 32 Persen |
|
|---|
| Hadapi Ancaman Inflasi usai BBM Naik, Pemkot Malang Perkuat Kerja Sama Daerah Penghasil Pangan |
|
|---|
| Harga Bahan Baku Naik dan Daya Beli Melemah, UMKM di Kota Malang Kini Mulai Menjerit |
|
|---|
| Pertalite di Sejumlah SPBU Ponorogo Kosong, Warga: Daripada Tak Kerja, Terpaksa Isi Pertamax |
|
|---|
| Imbas Kenaikan Pertamax, Bupati Lumajang Indah Amperawati Tambah Layanan Angkutan Sekolah Gratis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Harga-Pertamax-Naik-SPBU-Sleko-Tuban-Justru-Kehabisan-Stok-Pertamax.jpg)