Cindy Mahasiswa UK Petra, Berawal Suka Gambar Jadi Juara

Cindy Widjaja, perempuan kelahiran Kota Surabaya 3 Juli 1998 ini merupakan mahasiswprogram studi Asitektur semester 7 di Universitas Kristen Petra Su

Tayang:
Editor: Yoni Iskandar
istimewa
Cindy Widjaja mahasiswi arsitek Universitas Petra Surabaya 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Cindy Widjaja, perempuan kelahiran Kota Surabaya 3 Juli 1998 ini merupakan mahasiswprogram studi Asitektur semester 7 di Universitas Kristen Petra Surabaya.

Dulu saat ia masih bersekolah di Sekolah Menengah Atas Kristen Gloria 1 Surabaya, ia termasuk orang yang tidak suka belajar.

Suatu ketika, saat ia akan menentukan jurusan kuliahnya, ia di beri kebebasan oleh kedua orang tuanya untuk memilih jurusan kuliah yang ia inginkan, meskipun kedua orang tuanya mempunyai sedikit keinginan untuk melihat Cindy menjadi Dokter.

Alhasil Cindy Widjaja menolak karena olia merasa dokter tidak cocok untuknya karena sejatinya ia tidak punya passion bidang itu, "aku nggak mungkin jadi dokter, berhadapan dengan darah saja aku sudah takut," katanya kepada Tribunjatim.com.

Cindy sangat menyukai pelajaran seni rupa karena itu ia mulai mencari jurusan yang ia sukai terutama berhubungan dengan seni.

Berawal dari melihat gambar desain mamanya ia mulai menyukai bidang seni gambar arsitektur. Maklum mama Cindy adalah lulusan program studi Arsitektur Universitas Kristen Petra angkatan 89'.

Disatu kesempatan ia ditugaskan untuk menggambar peta dari rumah menuju sekolah oleh guru saat ia masih bersekolah di SD Gloria 1 Surabaya, nyatanya ia berhasil menyelesaikan tugas itu dengan baik, dan dari situlah ia merasa bahwa menggambar adalah passion yang ia ingin tekuni. Bahkan sejak SD Cindy Widjaja memilih untuk les menggambar dibandingkan musik ataupun lainnya.

Mendaftar kuliah di Jurusan Arsitektur Universitas Kristen Surabaya sempat mendapat hambatan restu dari orang tuanya selain jarak rumah Cindy yang lumayan jauh dengan UK Petra, orang tua cindy juga sempat tidak memperbolehkan Cindy kuliah arsitek.

Karena dari pengalamannya kuliah arsitek sangatlah susah dan menghabiskan biaya yang banyak ditambah lagi peluang untuk menjadi arsitek sangatlah kecil akan tetapi berkat kesungguhan Cindy untuk memperjuangkan pilihannya di jurusan arsitek mampu meyakinkan kudua orang tuanya untuk mengizinkan Cindy berkuliah di Universitas Kristen Petra Surabaya.

Karena SMA Gloria 1 Surabaya bekerjasama dengan UK Petra, melalui tes menggambar akhirnya memuluskan jalan Cindy untuk berkuliah di Universitas yang ia inginkan.

Setelah ia mulai perkuliahan, ia kaget dengan jurusan arsitek yang ia pilih karena ternyata arsitek ini berbeda dari apa yang ia bayangkan.

"dahulu berpikirnya arsitek adalah 'tukang gambar', ternyata selama ini sebagai mahasiswa diajak untuk berpikir detail, memikirkan orang yang menggunakan, belajar cara berpikir holistik, belajar komunikasi, belajar tahap tahap design, belajar metode desain, belajar sejarah, belajar material, belajar struktur, dan belajar pencahayaan, agar desain yang dibuat mampu bercerita sesuatu. Karena hal itu yang membuat ia semakin ingin belajar dengan jurusan pilihannya," kata Cindy Widjaja kepada Tribunjatim.com.

Selain itu, Cindy juga termasuk mahasiswa yang aktif, ia tergabung dalam himpunan mahasiswa di UK Petra, hal yang mampu mendorong Cindy dari sebelumnya yang tidak suka belajar menjadi suka belajar ialah dengan mengikuti seminar, forum diskusi, dan workshop, menurutnya dengan itu akan membuat mahasiswa termotivasi untuk menjadi mahasiswa yang produktif.

kemudian dari situlah Cindy berani untuk mengikuti lomba-lomba yang diadakan, baginya itu adalah ajang untuk melatih mental dan menguji keterampilan karena menurutnya dengan begitu ia akan mengasah kemampuan dalam bekarya.

Rekam Video Janda Madura Tanpa Busana, Wanita Berusia 31 Tahun Ini Terjerat UU Pornografi

Pembongkaran 48 Bangunan Warga di Atas Kali Reformasi Sidoarjo untuk Normalisasi Sungai

Polisi Kantongi Nama Ayah Biologis Bayi yang Dilahirkan Siswi SMK Madiun di Kamar Mandi Rumahnya

Lomba desain Arsitektur Festival 2018 menjadi salah satu proses dimana ia berkembang, karya desain arsitektur bersama kedua temannya mampu menjadi top 5 bersama Jonathan dan richman.

Cindy juga beberapa kali mengikuti lomba tulis untuk conference, dan Sayembara Desain Masjid Agung Singkawang menjadi bukti nyata bahwa proses tidak menghianati hasil, bersama teamnya Cindy mampu menjadi juara 3 yang mana lomba ini diperuntukkan untuk Profesional Desainer skala Nasional.

Sebagai seorang yang berstatus mahasiswa dan berhasil meraih kesuksesan ini, ia sangat bersyukur karena saat ia mengikuti lomba. Bahkan Cindy  tidak mempunyai keinginan kuat untuk memenangi perlombaan, hanya ingin melakukan yang terbaik yang bisa menceritakan sesuatu di dalam konsep desain inklusif pada desain masjid yang diberi nama Masjid Ealaqat Alwiam, diambil dari bahasa Arab, yang mempunyai arti 'Sebuah Bentuk Pertalian yang Harmony'.

"Perasaan saya waktu itu hanya memikirkan apa yang bisa saya tuangkan, nilai apa yang ingin saya tuangkan disitu, lewat arsitektur ini saya sangat menikmati prosesnya" ungkap perempuan cantik berkulit putih itu.

Cindy menambahkan, ia tidak mempercayai orang tidak punya talenta/passion karena orang yang mau mencari kemudian menemukan hal yang disenanginya justru harus digali lebih dalam agar orang itu semakin berkembang.

Perempuan berusia 21 tahun itu juga berpesan agar mahasiswa tidak belajar di kampus saja.

"Sebagai mahasiswa jangan hanya belajar di kampus saja akan tetapi harus belajar dengan team dan belajar leadership agar karakter dalam diri bisa terbentuk" tutupnya. (ZainalArif/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved