Didemo Ribuan Buruh Gresik, Dewan Pengupahan Teken UMSK Gresik 2020
Ribuan buruh di Kabupaten Gresik melakukan unjuk rasa di Kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gresik.
Penulis: Sugiyono | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Ribuan buruh di Kabupaten Gresik melakukan unjuk rasa di Kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gresik.
Untuk rasa itu dilakukan Dewan pengupahan ((DP) agar menyetujui usulan upah minimum sektoral kabupaten (UMSK) dan segera mengajukan ke Bupati Gresik untuk direkomendasi ke Gubernur Jawa Timur.
Niatan baik ribuan buruh tersbeut akhirnya membuahkan hasil.
Kepala DP Kabupaten Gresik yang sekaligus Kepala Dinas Tenaga Kerja mengatakan, hasil dari rapat tim DP telah selesai. Sehingga segera disampaikan ke Bupati Gresik Sambari Halim Radianto.
"Hari ini langsung ke Pak Bupati," kata Ninik.
Sementara anggota DP Kabupaten Gresik Muhammad Chairon mengatakan, dari 25 industri yang diajukan oleh tim dewan pengupahan, hanya ada 9 industri yang sanggup untuk melaksanakan UMSK.
"Perusahaan lainnya tetap kita ajukan ke gubernur Jawa Timur dengan menyatakan tidak sanggup menjalankan UMSK. Padahal kenaikannya hanya 2 persen, tiga persen dan maksimal lima persen dari UMK 2020 sebesar Rp 4,197," kata Chairon kepada Tribunjatim.com.
• Gubernur Khafifah Ucapkan Selamat untuk Altet Peraih Mendali Emas Mahasiswi Unusa
• DPRD Jatim: Penghapusan UN Jadi Momentum Kembangkan Karakter Siswa
• VIRAL Cerita Sebenarnya Video Nenek Tidur di Pangkuan Kakek, 57 Tahun Tak Terpisah, Anak Beber Kisah
Untuk menentukan UMSK, terdapat perwakilan dari perusahaan, pemerintah daerah dan perwakilan serikat pekerja sektoral. Sehingga, ribuan anggota serikat pekerja dari wilayah Gresik Selatan, Gresik Tengah dan Gresik Utara berkumpul di kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gresik.
Ribuan buruh ikut unjuk rasa karena waktu penyerahan UMSK ke Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tinggal besok Jumat (13/12/2019).
"Teman-teman memberikan dukungan kepada dewan pengupahan agar segera menandatangani hasil rapat," kata Tri Wahyono, pengurus serikat pekerja Kahudtindo Kabupaten Gresik kepada Tribunjatim.com.
Sementara, untuk mengamankan unjuk rasa, Polres Gresik mengerahkan ratusan anggota Polres Gresik. Mulai dari tim Satlantas Polres Gresik untuk mengatur lalu lintas agar tidak macet.
Dan untuk mengamankan lokasi Kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gresik, polres Gresik mengeluarkan mobil water Cannon diparkir di depan pintu gerbang kantor Disnaker Kabupaten Gresik. Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo juga ikut mengamankan jalannya unjuk rasa. (Sugiyono/Tribunjatim.com)