Brimob Tersambar Petir

Bripda Fredi Dikenal Sosok Baik dan Penurut, Sempat Ingin Jadi TKI ke Korea

Jenazah Bripda Fredi Kusbiantoro (23), akhirnya tiba di rumah duka di Jalan Ki Ageng Bendoroto no 4 RT 01/ RW 01, Dusun Bareng, Desa Simo Ponorogo

Tayang:
Penulis: Rahadian Bagus | Editor: Yoni Iskandar
(Surya/Rahadian bagus)
Almarhum Bripda Fredi Kusbiantoro. 

Di depan rumahnya, tampak ratusan anggota kepolisian dari berbagai kesatuan berada di lokasi untuk mengikuti upacara pemakaman yang dilakukan secara dinas kepolisian. Saat peti mati bercat putih berselimut bendera merah putih dikeluarkan dari kereta merta, mulai terdengar jeritan dan isak tangis dari keluarga.

Di antara, puluhan anggota keluarga yang datang menyambut kedatangan almarhum, tampak seorang wanita dengan pakaian serba hitam menangis tersedu-sedu. Wajahnya tampak merah dan matanya terlihat sembab.

Wanita berparas ayu ini rupanya kekasih almarhum, yang bernama Dewi Zuniawati (24). Ia sengaja datang sendiri dari Tulungagung, untuk melihat langsung pemakaman kekasihnya yang meninggal saat mengikuti pendidikan.

"Iya, pacarnya Fredi, baru pacaran sejak Februari kemarin," kata Atik Suryani (23) sepupu korban, sambil berusaha menenangkan Dewi.

Atik menuturkan, Fredi baru satu kali mengajak pacarnya itu ke rumah, dan mengenalkan kepada keluarganya. Dewi, kata Atik, merupakan mahasiswi Institut Ilmu Kesehatan STRADA Indonesia.

"Dia baru datang dari Tulungagung. Sendirian, ditemani sopir. Soalnya katanya kalau menunggu orangtuanya terlalu lama," katanya.

Pantauan di lokasi, sejak datang ke rumah duka, Dewi tampak terus menangis. Ia tampak tak kuat berdiri, hingga harus dipegang oleh dua orang anggota keluarga Fredi.

Meski terlihat sangat sedih, namun dia ikut mengantar kepergian Fredi hingga ke pemakaman, meski turun hujan deras di pemakaman.

Di upacara pemakaman dilakukan secara dinas kepolisian, diawali dengan penyerahan jenazah kepada pihak keluarga untuk disholatkan. Setelah itu, dilanjutkan dengan pamit dari perwakilan keluarga jenazah dan sambutan keluarga, kemudian diserahkan kepada Irup untuk dilanjutkan sesuai urutan upacara.

Hujan Tangis

Bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) di rumah duka, Kapolres AKBP Arif Fitrianto, dengan komandan upacara Wadanki 4 C Pelopor Brimob Polda Jatim, Iptu Agus Priyanto.

Isak tangis dan hujan mengiringi pemberangkatan peti jenazah menuju pemkaaman. Setelah dilakukan upacara di rumah duka, jenazah dibawa ke tempat pemkaman umum yang berjarak sekitar seratus meter dari rumah korban.

Setibanya di pemakaman dilanjutkan dengan upacara pemakaman, dipimpin Dansat Brimob Polda Jatim Kombes Pol I Ketut Gede Widjatmika selaku Inspektur Upacara dan komandan upacara di pemakaman dipimpin Iptu Ketut Sukasta, Danki 4 A Pelopor Brimob Polda Jatim.

Hingga akhirnya terdengar tembakan salvo sebanyak satu kali, kemudian jenazah korban dikelurkan dari peti putih, untuk dikubur di makam yang telah disiapkan sejak pagi. Tampak empat orang anggota Komli 4 A Pelopor Brimob Polda Jatim, membentangkan bendera merah putih di atas lubang lahat. (rbp/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved