Bupati Magetan Berharap Kades Baru Diharap Bisa Membawa Magetan Menjadi Terdepan

Bupati Magetan Suprawoto melantik sebanyak 184 Kepala Desa (Kades) terpilih, dari sebanyak 456 orang yang mencalonkan diri sebagai Kades

Surya/ Doni Prasetyo
Bupati Magetan Suprawoto melantik secara serentak sebanyak 184 Kepala Desa (Kades) terpilih hasil penjaringan 27 November 2019 lalu, di pendopo Surya Graha, Kabupaten Magetan, Selasa (17/12). 

 TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Bupati Magetan Suprawoto melantik sebanyak 184 Kepala Desa (Kades) terpilih, dari sebanyak 456 orang yang mencalonkan diri sebagai Kades.

Kades terpilih ini memiliki masa jabatan enam tahun. Pelantikkan Kades dilakukan di pendopo Surya Graha, Selasa (17/12).

Dari sebanyak 184 desa yang melaksanakan pemilihan kepala desa, 18 desa diantaranya pelaksanaan Pilkades dengan uji coba Elektronik Voting (E-Voting). Desa yang masuk uji coba E-'tronik itu karena jumlah DPT (Daftar Pemilih tetap) terbanyak disatu kecamatan.

Pelaksanaan Pilkades serentak dilaksanakan tanggal 27 November 2019 lalu. Dari 184 Kades terpilih, 11 Kades terpilih adalah wanita. Sementara sisanya sebanyak 173 Kades terpilih itu datang dari berbagai profesi, seperti TNI/Polisi, jurnalis dan DPRD Kabupaten Magetan.

Pemilihan Kades serentak di penghujung tahun 2019 di Kabupaten Magetan menjadi punya warna dengan adanya pemilihan E- Voting, yang selama ini diragukan sebagian warga masyarakat, dan diragukan tidak akan bisa terlaksana, mengingat sebagian besar warga yang mempunyai hak pilih belum paham komputer.

"Pemilihan Kades dengan menggunakan metode E-voting dalam pelaksanaannya bukan tanpa ganjalan dan hambatan, penolakan dari sejumlah pihak diawal saat gagasan disampaikan menjadi rona rona dalam pemilihan Kepala Desa serentak kali ini," kata Bupati Magetan Suprawoto didampingi plt Kahumas Pemkab Magetan Eko Budiono kepada Surya, Selasa (17/12).

Bertemu Presiden Joko Widodo, PSSI Bahas Persiapan Piala Dunia U-20 Hingga Minta Kantor Baru

KRONOLOGI Penangkapan Sindikat Penipuan Online, Tipu Korban Rp 22,5 Juta, Palsukan BPKB dan STNK

Polisi Cari Pelaku Dumping Limbah B3 Ilegal di Mojokerto

Diungkapkannya, bayang - bayang kegagalan pelaksanaan E-Voting dan kekhawatiran sejumlah pihak akan kesiapan warga Kabupaten Magetan untuk menerima metode terbaru dalam proses demokrasi terjawab sudah.

"Masyarakat Kabupaten Magetan tidak hanya cerdas dalam memilih pemimpin yang akan menjadi panutan mereka selama enam tahun kedepan. Tapi lebih dari itu, mereka juga sangat cerdas menjalankan demokrasi dan memanfaatkan tehnologi dengan E- Voting tanpa kendala," jelasnya kepada Tribunjatim.com.

Lebih lanjut dikatakannya, bayang bayang isu money politik yang dikemas dengan "Gantine Kerjo", justru menjadikan pelaksanaan Pilkades serentak berjalan lancar.

'Dari sebanyak 184 desa yang melaksanakan Pilkades serentak, hasil pemilihannya dapat diterima masing masing calon. Ini dibuktikan dengan tidak adanya gugatan hukum terhadap hasil pemilihan Desa ini," katanya kepada Tribunjatim.com.

Dikatakanya, suksesnya Pilkades serentak yang melibatkan tehnologi komputer merupakan kerja keras segenap unsur pimpinan di Pemerintah Kabupaten Magetan, didukung aparat keamanan serta panitia pelaksana punya kontribusi besar dalam suksesnya pelaksanaan Pilkades serentak.

"Kebijakan Presiden dalam menempatkan desa sebagai ujung tombak dalam pembangunan, dengan mengalokasikan anggaran yang cukup besar sebagai konsewensinya. Ditangan merekalah sebenarnya masa depan desa mereka," pungkas Bupati Magetan.(tyo/Tribunjatim.com)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved