Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Pengamat Minta Presiden Jokowi Bersikap Tegas Atas Kasus Natuna Dimasuki Kapal China secara Ilegal

Pengamat minta Presiden Jokowi bersikap tegas atas kasus Natuna dimasuki kapal China secara ilegal.

Editor: Alga W
YouTube/KOMPASTV
Pengamat minta Presiden Jokowi bersikap tegas atas kasus Natuna dimasuki kapal China secara ilegal 

Pengamat minta Presiden Jokowi bersikap tegas atas kasus Natuna dimasuki kapal China secara ilegal.

TRIBUNJATIM.COM - Kapal milik China yang masuk secara ilegal ke wilayah Indonesia bukan kali pertama terjadi.

Kejadian yang sudah beberapa kali terjadi tersebut menurut Pengamat Pertahanan dan Militer, Connie Rahakundini Bakrie, terjadi karena tidak adanya sikap tegas dan keras dari pemerintah.

Dikutip TribunWow.com, Connie Rahakundini Bakrie mengatakan, pemerintah harus segera mengambil sikap untuk mengatasi permasalahan di perairan Natuna.

Harga BBM Turun per Minggu, 5 Januari 2020, Pukul 00.00 WIB, Simak Rinciannya!

Ia kemudian mengibaratkan kejadian masuknya kapal-kapal asal China tersebut seperti penyakit serangan jantung yang tiba-tiba datang lalu hilang kembali.

"Urgensinya jelas ada, karena menurut saya ini akan terjadi sekarang, nanti besok hilang, ada lagi," kata Connie di acara "KOMPAS PETANG" Kompas TV, Sabtu (4/1/2020).

"Masak kita mau terus setiap saat kayak orang sakit jantung, panik, enggak usah. Yang penting sekarang duduk bersama, kebijakan mau seperti apa, hard power-nya (kekuatan keras) seperti apa," tambahnya.

Mengingat Konsep Anies Baswedan Atasi Banjir di Jakarta saat Debat Pilkada 2017, Bagaimana Ahok?

Connie meminta Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk konsekuen dengan tujuannya yang tertuang dalam Nawacita sebagai negara poros maritim dunia.

"Tadi saya bilang kalau memang Indonesia menjadi negara poros maritim dunia dan konsekuen presiden, apalagi sampai Nawacita," kata Connie.

Ia mengatakan, untuk mewujudkan Nawacita, Jokowi harus dengan segera menetapkan targetnya agar perhitungan secara tehnis dapat dilakukan.

"Nawacita itu angkatan laut kita harus hadir di dua samudra, tentukan kapan mau mencapainya misal 2045, hitung mundur ke belakang. Dari situ kita bisa hitung anggaran pertahanan kita berapa yang dijanjikan Pak Prabowo saat kampanye, kemudian bisa kita hitung juga industri pertahanan kita, industri sipil kita harus berkolaborasi seperti apa mendukung tadi," papar Connie.

Yunarto Wijaya Kritik Keras Anies Baswedan Terkait Banjir: Pada Tahu Dia Enggak Bisa Kerja

Singgung Nasib Nelayan Natuna

Setelah itu Connie membahas pihak yang terdampak langsung dari ketegangan di Natuna, yaitu para nelayan.

Connie mengatakan masuknya kapal-kapal China ke Natuna terbukti menghambat kegiatan ekonomi para nelayan Indonesia di Natuna.

"Tahu enggak yang paling sedih dari kasus ini? Kalau di laut China Timur, nelayannya sama-sama power-nya, besar kapalnya sama, jadi ketika Taiwan deploy (mengirim) kapal, Jepang deploy kapal, itu seimbang dengan China," jelasnya.

Tanggapan Ridwan Kamil tentang Anies Baswedan Sebut Banjir di Jakarta karena Limpahan Air dari Bogor

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved