Harga Cabai Semakin Hari Semakin 'Pedas' di Gresik, Kini capai Rp 65 Ribu Perkilogram

Harga cabai di Gresik semakin hari semakin 'pedas' saja. Dari Rp 30 ribu perkilogram, kini harganya tembus Rp 65 ribu di sejumlah pasar di Kabupaten

Harga Cabai Semakin Hari Semakin 'Pedas' di Gresik, Kini capai Rp 65 Ribu Perkilogram
SURYA/WILLY ABRAHAM
Harga cabai rawit kini tembus Rp 42 ribu, Sabtu (4/1/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Harga cabai di Gresik semakin hari semakin 'pedas' saja. Dari Rp 30 ribu perkilogram, kini harganya tembus Rp 65 ribu di sejumlah pasar di Kabupaten Gresik.

Kondisi tersebut langsung menyita perhatian kalangan dewan. Salah satunya Wakil Ketua Komisi II DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir langsung mendatangi pasar.

Nah, disana anggota DPRD Gresik termuda ini mendatangi sejumlah lapak di pasar guna memastikan harga komoditi cabai di pasar.

"Sejumlah bahan pokok naik tapi dalam batas wajar. Komoditi cabai harganya tidak sesuai dengan data Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) disini tembus Rp 65 ribu,” ujarnya, Minggu (12/1/2020).

Politisi asal Desa Tanggulrejo, Kecamatan Manyar itu menyebutkan, berdasarkan data Diskoperindag per 2 Januari harga cabai rawit hanya Rp 42.500 per kilogram. Sementara pada 9 Januari 2020 naik lagi menjadi Rp 54.400 per kilogram.

Menurutnya, kenaikan harga bahan pokok harus diperhatikan betul.

“Data di lapangan tidak sama dengan data Diskoperindag,” tegasnya kepada Tribunjatim.com.

Salah satu pedagang di pasar baru, mengeluh. Pasalnya, harga cabai rawit terus melonjak sejak sepekan terakhir. Harga yang semula hanya Rp 30 ribu per kilogram naik menjadi Rp 65 ribu per kilogram.

‘Pedas’nya harga cabai ini membuat Ilham hanya bisa mengipasi dagangannya. Sebab pembeli sepi. Mereka lebih banyak membeli cabai dengan jumlah sedikit tidak sampai satu kilogram. Ilham terpaksa mengurangi jumlah cabai yang di beli di Surabaya. Biasanya 15 sampai 20 kilogram kali ini jauh dibawahnya.

Sopir Ceroboh Berhenti Dekat Rel KA, Mobil Avanza Tertemper KA Logawa di Nganjuk

PKB Mendadak Batalkan Pendaftaran Calon Bupati Sidoarjo

Terungkap! Wanita Paruh Baya ini Yang Selundupkan 400 Pil Koplo di Dalam Lapas Mojokerto

“Sekarang tidak sampai 10 kilogram,” ucap Ilham kepada Tribunjatim.com.

Dia menyebutkan, tidak hanya cabe rawit saja yang harganya melonjak, cabai besar, bawang merah dan sejumlah kebutuhan dapur lain itu naik.

"Pasti ada dampaknya, pembeli berkurang," imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah Kepala Diskoperindag Gresik, Agus Budiono membenarkan harga cabai sedang naik setiap pekan. Mengetahui hal ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan Disperindag Jawa Timur dan Kadisperindag se- jawa timur terkait harga cabai dan memang mengalami kenaikan.

“Semuanya di uji oleh Allah termasuk harga masalah cabai. Pertama kondisi dari cuaca, Kedua permintaan tapi ketersediaan terbatas sehingga naik. Tetapi saya yakin tidak sampai dua minggu sudah anjlok karena busuk jadi tidak mungkin naik,” pungkasnya. (wil/Tribunjatim)

Penulis: Willy Abraham
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved