Bonek Wani

Ingin Ubah Citra Buruk Suporter Persebaya, Komunitas Bonek Korak Terus Gelorakan Kegiatan Positif

Tujuan awal didirikan Bonek Korak, murni ingin mengubah citra negatif Bonek yang selama ini ada di masyarakat.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Bonek Korak terus mengelar kegiatan positif, 2019. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Bermula dari obrolan kecil di tempat tongkrongan sesama Bonek, akhirnya Axa Korak bersama rekannya yang lain mendirikan Bonek Korak pada tahun 2013 silam.

Disampaikan Axa, tujuan awal didirikan Bonek Korak, murni ingin mengubah citra negatif Bonek yang selama ini ada di masyarakat.

“Tujuan kami tidak ada yang lain, agar Bonek tidak dicap buruk atau anarkis. Dengan adanya komunitas juga bisa terkoordinir dan lebih kreatif serta positif,” terang Axa pada TribunJatim.com, Senin (13/1/2020).

Ditambahkan Axa, dalam perjalanan selama kurang lebih enam tahun ini, Bonek Korak terus tumbuh dan berkembang.

Kenalkan Persebaya, Bonita Cantik Dena Andrea Sullivan akan Selalu Bawa Atribut Bonek ke Luar Negeri

Pernah Berseragam Persela U-21, Fandi Eko Utomo Pastikan Tak akan Menolak Jika Dapat Tawaran Persela

Tidak hanya dari sisi keanggotaan, kegiatan positif pun semakin aktif.

“Keanggotaan saat ini kurang lebih 200 orang, dari semua golongan, ada anak motor (CB), anak band dan musik, semua sama Bonek,” ucap pria yang saat ini menjadi pembina Bonek Korak tersebut.

Selain kumpul rutin di home base Jalan Pulo Wonokromo, Surabaya (warkop Jokowi depan Sekolah Budi Darma) dan berkumpul setiap sebelum Persebaya Surabaya berlaga, Bonek Korak aktif melakukan kegiatan positif.

Seperti bagi-bagi takjil dan sahur on the road pada saat bulan puasa, menggalang dana untuk korban bencana alam, santunan pada anggota komunitas yang terkena musibah, maupun olahraga bersama setiap seminggu sekali untuk merekatkan anggota.

Prediksi Tim Arema FC Musim 2020, Hanya Pertahankan 13 Pemain, Oh In Kyun Bakal Merapat?

Berikut 59 Pemain yang Ikuti Seleksi Timnas U-19 Indonesia, Bakal Diawasi Shin Tae Yong Langsung

“Kami juga rutin memberikan santunan pada panti asuhan area sekitar Kelurahan Wonokromo, Surabaya setiap haul komunitas (ulang tahun),” tegas Axa.

Sementara, tentang pengambilan nama “korak”, dijelaskan Axa, arti dari nama itu dalam bahasa Surabaya, brandal, tidak ada aturan.

Halaman
12
Penulis: Khairul Amin
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved