Tak Hadiri Panggilan Polisi, Putra Kiai Tersangka Pencabulan Anak di Jombang Terancam Dijemput Paksa

MSA (39), warga Desa Losari, Kecamatan Ploso, Jombang, tersangka pencabulan anak di bawah umur, terancam dijemput paksa oleh Polres Jombang.

Tak Hadiri Panggilan Polisi, Putra Kiai Tersangka Pencabulan Anak di Jombang Terancam Dijemput Paksa
SURYA/SUTONO
Situasi demonstrasi yang menuntut agar MSA, putra kiai yang menjadi tersangka pencabulan santriwati ditahan 

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - MSA (39), warga Desa Losari, Kecamatan Ploso, Jombang, tersangka pencabulan anak di bawah umur, terancam dijemput paksa oleh Polres Jombang.

Pasalnya, tersangka yang juga putra kiai ternama di Kabupaten Jombang tersebut sudah dua kali tidak menghadiri panggilan polisi, tanpa alasan jelas.

"Kami sudah memanggil tersangka dua kali, sudah lakukan panggilan yang kedua, kami masih menunggu, kami harap tersangka kooperatif atau memberikan alasan yang patut," kata Wakapolres Jombang, Kompol Budi Setiono, Selasa (14/1/2020).

"Apakah akan lakukan jemput paksa? Ikuti saja prosesnya, yang jelas langkahnya sesuai mekanisme hukum yang berlaku," tambah Kompol Budi Setiono.

Budi Setiono memastikan, tidak ada intervensi dan kesulitan apapun dalam menangani kasus MSA ini. Sejauh ini pihaknya masih melakukan sejumlah rangkaian penyidikan, tak terkecuali meminta keterangan para saksi.

"Saksi yang kami periksa sudah 24 orang, sekali lagi ikuti prosesnya," tandasnya kepada Tribunjatim.com.

Awas Cuaca Ekstrem di Banyuwangi & Jatim! Ada Siklon Claudia Sebabkan Angin & Gelombang Tinggi

Warga Ponpes Shiddiqiyyah Demo Polres Jombang, Tuntut Polisi Independen Tangani Kasus Pencabulan

Machfud Arifin: Belum Ada Pembicaraan dengan PDI Perjuangan soal Pilkada Surabaya

Sebelumnya, Humas Pesantren Shiddiqiyyah Jombang, M Sholeh, menyangkal adanya kasus pencabulan yang melibatkan putra kiai tersebut.

Ratusan santri dan alumni Pesantren Magmal Bahroin Minal Iman Shiddiqiyyah melakukan unjuk rasa di Polres Jombamg, Selasa (14/1/2020) siang tadi.

Dalam aksinya, massa meminta kasus ini tidak diintevensi oleh oknum tertentu.

"Pihak-pihak yang tidak punya kepentingan sebaiknya menahan diri atau berdiam diri, karena ini persoalan antar pribadi bukan konsumsi publik. Kita membantah kasus ini tapi kami ikuti prosedur hukumnya," terang Sholeh.

Diberitakan sebelumnya, MSA, putra kiai ternama di Jombang, dilaporkan ke Polres Jombang atas dugaan pencabulan terhadap santriwatinya, asal Jawa Tengah sekitar November lalu.

Kasusnya ditangani Polres Jombang, sampai akhirnya MSA ditetapkan sebagai tersangka.(Sutono/Tribunjatim.com)

Penulis: Sutono
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved