TKI Asal Trenggalek Terus Meningkat Tiap Tahunnya, Ada Apa?
Niat warga Kabupaten Trenggalek untuk menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri naik dari tahun ke tahun.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Niat warga Kabupaten Trenggalek untuk menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri naik dari tahun ke tahun.
Hal tersebut terbukti dari data yang dihimpun oleh Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Trenggalek dalam rentang 4 tahun terakhir.
Pada 2016, warga yang mengurus keberangkatan ke luar negeri sebagai TKI sebanyak 1.363 orang. Setahun kemudian, jumlahnya naik menjadi 1.458.
Sementara pada 2018, jumlah tersebut juga naik menjadi 1.533. Kenaikan paling tinggi terjadi pada 2019 yang mencapai 2.001 orang.
Kabid Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disperinaker Kabupaten Trenggalek Suparman mengatakan, meningkatnya jumlah peminat juga berbanding lurus dengan peningkatan komposisi pekerja formal dan informal.
Yang ia maksud pekerja formal adalah TKI yang bekerja di pabrik dan perusahaan. Sementara TKI informal adalah asisten rumah tangga, sejenisnya.
• Meilani Penderita Gizi Buruk di Lamongan ini Dijamin Gratis Perawatannya
• Osvaldo Haay Kembali Tidak Ikuti Latihan Persebaya
• Penjualan Mobil Bekas Mobil88 Sepanjang 2019 Capai 2000 Unit, 60 Persen LCGC dan City Car
"sekitar 40 persen bekerja di sektor formal," ujar Suparman kepada Tribunjatim.com, Selasa (14/1/2020).
Negara tujuan TKI asal Trenggalek paling banyak peminat, yakni Taiwan dan Hongkong. Dua negara itu dari tahun ke tahun memang selalu mendominasi.
Sementara itu, kantong TKI asal Kabupaten Trenggalek berasal dari Kecamatan Durenan, Watulimo, dan Munjungan.
Warga di tiga daerah itu terdata banyak yang bekerja di luar negeri.
Biasanya, lanjut Suparman, para TKI baru tertarik merantau setelah tahu kisah sukses saudara atau tetangga yang lebih dulu berangkat.
Makin banyaknya warga yang berminat jadi TKI juga ditunjang mudahnya alat komunikasi saat ini.
"Sekarang internet gampang, akses mudah, dengan fasilitas yang ada juga dimudahkan. Selain itu, disadari maupun tidak, untuk mendapat penghasilan seperti kerja jadi TKI di Trenggalek belum ada," ungkapnya kepada Tribunjatim.com.
Gaji para TKI memang terbilang jauh lebih tinggi dibanding upah minimal setempat.
Sebagai contoh, gaji pokok TKI yang pekerja di Taiwan sekitar Rp 7 juta sampai Rp 8 juta. Nilai itu belum termasuk gaji ketika mereka lembur.
"Sehingga mereka saat ini masih banyak yang memilih ke luar negeri," tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-pasuran-emil-dan-karyawan-di-pasuruan_20180524_215658.jpg)