Ada 4 Kecelakaan di Wilayah Daop 7 Madiun per Januari Ini, Sebabnya Terobos Palang Perlintasan KA

Ada 4 Kecelakaan di Wilayah Daop 7 Madiun per Januari Ini, Sebabnya Terobos Palang Perlintasan KA.

Ada 4 Kecelakaan di Wilayah Daop 7 Madiun per Januari Ini, Sebabnya Terobos Palang Perlintasan KA
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Mobil Toyota Avanza ringsek bagian depan setelah tertemper KA Logawa di perlintasan palang pintu tanpa penjaga di Barong Nganjuk baru-baru ini. 

Ada 4 Kecelakaan di Wilayah Daop 7 Madiun per Januari Ini, Sebabnya Terobos Palang Perlintasan KA

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Hingga pertengahan Januari 2020, setidaknya ada empat kali kejadian kecelakaan KA dengan kendaraan di perlintasan wilayah Daop 7 Madiun.

Dimana terjadinya temperan kendaraan dengan Kereta Api di wilayah Daop 7 Madiun itu terindikasi disebabkan kurang dipatuhinya rambu-rambu di perlintasan oleh pengendara.

Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko menjelaskan, sesuai UU 23 tahun 2007 tentang perkeretaapian pasal 94 semuanya sudah jelas.

Motif Licik Pria Nganjuk Tiduri ABG 15 Tahun 4 Kali, Ancaman Foto Jadi Senjata, 1 Hal Bikin Terkuak

Aksi Nekat Pria Kebumen Curi Uang di Terminal Nganjuk Pakai Motor Curian, Kepergok Dihajar Massa

6 Perusahaan Hengkang dari Ring 1 Jatim Tak Kuat UMK 2020, Industri Baru di Nganjuk Mulai Disiapkan

Yakni Untuk keselamatan perjalananan kereta api dan pemakai jalan, pelintasan sebidang yang tidak mempunyai izin harus ditutup.

Dimana penutupan pelintasan sebidang sebagaimana dimaksud ayat 1 (satu) dilakukan oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah, serta peraturan mentri (Permen) nomor 94 tahun 2018 tentang peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang antara jalur KA dengan jalan.

“Selain itu, kewajiban pengguna jalan juga termuat dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pada pasal 114 yang menyebutkan bahwa pada pelintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pengemudi kendaraan wajib mendahulukan kereta api dan memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dulu melintas rel," kata Ixfan dalam siaran persnya, Senin (20/1/2020).

Dijelaskan Ixfan, berdasar data yang ada hingga pertengahan bulan Januari ini kecelakaan di perlintasan KA sebanyak tiga kali terjadi di wilayah Nganjuk dan satu kali di wilayah Magetan.

Untuk kejadian kecelakaan di wilayah Nganjuk masing-masing terjadi antara mobil nopol AG 1989 YZ dengan KA 118 (Brantas) relasi Jakarta Pasarsenen - Blitar di pintu perlintasan tak terjaga dan tidak berpalang pintu kilometer 112+3/4, petak jalan antara stasiun Sukomoro-Baron Nganjuk.

Kejadian kedua antara mobil nopol AG 1538 XV dengan KA 298a (Logawa) relasi Purwokerto-Surabaya Gubeng di perlintasan tak terjaga dan tidak berpalang pintu kilometer 105+5 petak jalan antara stasiun Sukomoro-Baron Nganjuk.

Kejadian yang ketiga antara truck nopol H 1963 GW dengan KA 2631F relasi Beteng-Madiun kejadian di JPL 105 terjaga dan berpalang pintu kilometer 129+6 di petak jalan antara stasiun Bagor-Saradan Nganjuk.

Dan kejadian ke empat antara pengendara motor nopol AE 5887 QF dengan Kereta Api Luar Biasa (KLB) 10148 relasi Solo-Madiun di perlintasan terjaga dan berpalang pintu kilometer 175+5 yang berada di emplasemen Stasiun Magetan.

“Dari kejadian kecelakaan yang terjadi itu indikasi disebabkan pengendara tidak memperhatikan rambu perlintasan ada dua kecelakaan, dan pengemudi menerobos palang pintu di perlintasan terjaga ada dua kecelakaan," tutur Ixfan.

Penulis: Achmad Amru Muiz
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved