Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Upayakan Lulusan SMA dan SMK Siap Kerja, Kepala Dindik Jatim Sarankan 'Pemetan' Sejak Kelas 10

Upayakan peningkatan kompetensi pendidikan vokasi agar lulusan SMA/SMK siap kerja. Kepala Dindik Jatim usulkan pemetaan sejak kelas 10.

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Hefty Suud
SURYA/SULVI SOFIANA
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Wahid Wahyudi yang baru memasuki hari pertama kerjanya di lingkungan Dindik Jatim, Kamis (2/1/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur berupaya meningkatkan kompetensi pendidikan vokasi agar lulusan SMA/SMK siap kerja.

Hal ini disampaikan Kepala Dindik Jatim, Wahid Wahyudi dalam Rapat Koordinasi Pendidikan dan Pembinaan di Lingkungan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Madiun.

Rapat yang dihadiri 500 orang mulai dari Kepala Sekolah,Wakil Kepala Sekolah dan Kepala TU SMA/SMK PKLK di kota Madiun, Kabupaten Madiun dan Kabupaten Ngawi ini menjadi kunjungan pertama Wahid semenjak menjabat sebagai Kepala Dindik Jatim.

Gandeng IJN Malaysia, RSUD Dr Soetomo Bersama FK Unair Berupaya Tingkatkan Layanan Bedah Jantung

Modus Pria Tulungagung Rudapaksa 11 Remaja Cowok, Bujuk Rayu hingga Imingi Korban Uang Rp 250 Ribu

Wahid mengungkapkan dalam pendidikan vokasi saat ini, perlu penyesuaian kurikulum SMK dengan DUDI (Dunia Usaha Dunia Industri). Hal ini untuk melihat link and match antara SMK, DUDI dan potensi lokal di wilayahnya.

Pria kelahiran Lamongan 27 Januari 1963 ini menegaskan masing-masing sekolah bisa mengevaluasi diri kalau ternyata kompetensi di SMK telah overload. Sehingga sudah waktunya membuka kompetensi baru yang dibutuhkan DUDI.

"Intinya ada pemetaan sejak kelas 10 mana lulusan yang masuk perguruan tinggi dan mana yang akan bekerja. Karena lulusan SMA yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi juga cukup banyak. Jadi harus ada lompatan inovasi pada kepada para kepala sekolah,"urainya usai rapat koordinasi di Kurnia Convention Hall Ngawi, Senin (20/1/2020).

Mahasiswa UPN Raih Asia Young Designer Awards Untuk Kategori Arsitektur

VIRAL Video Pelanggan Ngamuk Disuruh Bayar Rp800 Ribu Sekali Makan, Pemilik Warung: Harganya Pas

Selain melihat potensi wilayah lokal, dikatakan Wahid, sekolah juga perlu melihat potensi wilayah lain. Pasalnya potensi di wilayah lain bisa jadi peluang bagi lulusan SMK jika wilayah lain tidak bisa mencukupi kebutuhan.

"Kepala sekolah juga harus mencatat jejak lulusannya agar bisa diketahui menganggur atau tidak,"lanjutnya.

Upaya untuk mencatat jejak lulusan ini dikatakan mantan Asisten dua Pemprov Jatim ini untuk melihat banyaknya lulusan SMK yang telah bekerja.

Semaraknya Batik Chic Sambut Imlek, Paduan Batik dan Motif Khas Peranakan Hasilkan Busana Unik

Mahasiswa UPN Raih Asia Young Designer Awards Untuk Kategori Arsitektur

Pasalnya setelah koordinasi dengan banyak pihak, ternyata memang banyak lulusan SMK yang berwirausaha dan freelance. Sementata wirausaha dna freelance terdata sebagai pengangguran di Badan Pusat Statistik (BPS).

 

"Lulusan tata boga, tata rias yang sering dapat orderan dinilai pengangguran. Makanya perlu evalusi di BPS dalam memetakan pengangguran, "urainya.

Kepala Cabang Dinas Wilayah Madiun, Supardi mengungkapkan kunjungan Kepala Dindik Jatim secara langsung di Ngawi diharapkan dapat lebih efektif dalam menyampaikan tujuan pendidikan di Jatim ke depannya pada sekolah.

7 Tanda Tubuh Kurang Mendapat Asupan Sayur-sayuran, Berjerawat hingga Selalu Merasa Lapar

Ketakutan Kapolri Idham Azis ke Seorang Anak Buahnya, Sampai Punya Panggilan Khusus: Dia Seperti Itu

"Kami juga terus mengembangkan potensi lokal dalam hal ini kompetensi perhotelan di jurusan Pariwisata. Bahkan kebutuhan lulusan pariwisata smpai Solo dan Jogjakarta,"pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Deni Wicaksono, anggota komisi E DPRD Jatim yang hadir mengungkapkan rapat koordinasi ini diharapkan akan menyamakan persepsi aturan Dindik Kota Surabaya dengan sekolah.

"Mumpung di awal tahun permasalahan yang ada harus bisa diselesaikan. Sehingga prestasi sekolah bisa ditingkatkan," pungkasnya. (Sulvi Sofiana)

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved