Setiap Subuh Pasutri Warga Kota Madiun Edarkan Uang Palsu di Pasar Magetan

Pasutri warga Kota Madiun ditangkap Polisi Resor Magetan, karena mengedarkan uang palsu(upal) kepada pedagang di sejumlah pasar tradisional di magetan

Surya/ Doni Prasetyo
Maspandi (48) bersama istrinya Dewi Derita (46), warga Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun ditangkap Polisi saat mengendarai mobilnya AE 1168 ES, setelah ketahuan mengendarkan uang palsu (upal) pecahan Rp 100 ribuan di Pasar Sayur, Magetan dan Pasar Ngrini, Kecamatan Ngariboyo Magetan. 

TRIBUNJATIM.COM,MAGETAN - Pasangan suami istri (Pasutri) warga Kota Madiun ditangkap Polisi Resor Magetan, karena mengedarkan uang palsu (upal) kepada pedagang di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Magetan.

Pasutri ini ditangkap Polisi Resor Magetan setelah tertangkap tangan mengedarkan uang pecahan Rp 100 ribu kepada pedagang di sejumlah pasar tradisional dengan cara membeli barang.

Suami istri warga Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun ini bernama, Maspandi (48) dan istrinya Dewi Derita (46), ditangkap di Desa Krajan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan.

Menurut Kapolres Magetan AKBP Festo Ari Permana, selain menangkap pasutri itu, Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang palsu (upal) pecahan Rp 100 ribuan, sebanyak 46 lembar.

"Kami juga menyita, satu unit city car (mobil perkotaan) yang digunakan tersangka mengedarkan upal itu di wilayah Kabupaten Magetan," kata Festo Ari Permana kepada Surya, Senin (27/1).

Pengedar Uang Palsu Dolar Dibekuk Polda Jatim, Nominal Barang Bukti Tembus Rp 1 Miliar

Harga Cabai Rawit di Gresik Melonjak Naik, Beberapa Kebutuhan Pokok Alami Penurunan Harga

Mengenal Kapal Selam Alugoro, Alutsista Buatan Anak Negeri dengan Teknologi Berkelas Dunia

Usai mengedarkan upal, lanjut Festo, kedua tersangka ini langsung pindah ke pasar lain, untuk mencari sasaran baru yang umumnya pedagang sayur yang belum paham IT.

"Pasutri ini memanfaatkan pergantian waktu malam ke siang, alias Subuh untuk mengedarkan upalnya. Pasutri ini ditangkap di Pasar Ngrini, Desa Banyudono, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan. Seusai mengedarkan upal di pasar Ngrini," katanya kepada Tribunjatim.com.

Dikatakan Festo, penangkapan bermula dari kecurigaan sejumlah pedagang di Pasar Ngrini, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan.

"Karena sebelumnya terjadi di.pasar atau toko kelontomg lainnya. Mereka para pedagang berusaha mengejar Dewi Derita untuk minta ganti uang palsu yang diberikan,"kata Kapolres.

Saat menerima uang penbelian pecahan Rp 100 ribu. Dari tangan tersangka Dewi Derita membeli Gula dan minyak goreng seharga Rp 26.500. Saat pasutri itu selesai transaksi. Polisi mendapat informasi keberadaan pasutri pengedar uang itu.

"Anggota kita kemudian membuntuti pasutri ini dan menangkapnya saat berada di Pasar Krajan, Parang, Magetan," kata Festo kepada Tribunjatim.com.

Sesuai keterangan pasangan suami istri ini, uang palsu di dapat dari membeli 100 ribu uang palsu, kemudian ditukar 10 ribu uang asli. Sementara semua uang pecahan Rp 100 ribu palsu.

"Ini masih kita kembangkan dari mana asal semua uang palsu pecahan 100 ribuan. Pengakuan tersangka uang palsu itu didapat dari Solo, Jawa Tengah. Namun itu semua masih kita kembangkan," ujar Festo.

Untuk mempertangungjawabkan perbuatanya, pasutri itu kini meringkuk di jeruji besi Polres Magetan. Keduanya dijerat pasal 36 ayat 1 dan 2 nomor 7 tahun 2011, tentang mata uang dengan ancaman 15 tahun penjara. (tyo/Tribunjatim.com)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved