Dinas Kesehatan Jember Minta Faskes Jember Waspada Dini Virus Corona
DinkeS Jember meminta fasilitas kesehatan (Faskes) di Kabupaten Jember melakukan kewaspadaan dini terhadap penyeberan virus corona
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - PIhak Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember meminta fasilitas kesehatan (Faskes) di Kabupaten Jember melakukan kewaspadaan dini terhadap penyeberan virus corona atau novel coronavirus (2019-nCoV).
Plt Kepala Dinas Kesehatan Jember Dyah Kusworini mengatakan tidak ada warga Jember diduga (suspect) terjangkit virus tersebut.
Meski begitu, pihaknya melakukan pemantauan seagai upaya kewaspadaan dini. Pemantauan dilakukan oleh petugas di semua Faskes di Jember.
"Petugas di Faskers harus melakukan pemantauan dini, juga deteksi dini jika menemukan orang dengan ciri-ciri nCoV. Harus segera melapor ke Dinkes, dan kami melakukan langkah-langkah sesuai prosedur penanganan," ujar Dyah kepada Surya, Selasa (28/1/2020).
Pemantauan itu dilakukan oleh 50 Puskesmas se-Jember, 12 rumah sakit, dan 60an klinik kesehatan. Pihaknya, lanjut Dyah, sudah memberikan surat tertulis terkait hal tersebut.
Ketika dikonfirmasi Surya apakah ada peningkatan pemantauan untuk wilayah Puger, Dyah mengatakan, pemantauan untuk kewaspadan dini itu dilakukan secara sama di semua wilayah.
Puger adalah satu kecamatan di Kabupaten Jember yang saat ini diketahui sebagai satu lokasi yang ditinggali oleh tenaga kerja asing asal Tiongkok. Mereka bekerja di pabrik semen yang berada di kecamatan tersebut.
Kantor Imigrasi Jember menyebut, ada sekitar 500 orang tenaga kerja asing asal Tiongkok bekerja di pabrik semen di Puger.
"Selama mereka tidak bepergian tidak masalah. Pemantauan untuk kewaspadaan dini diberlakukan sama. kalau ada yang dicurigai bisa ditelusuri riwata bepergiannya. Sejauh ini untuk Jember belum ada yang 'suspect', hanya orang dalam pemantauan," ujar Dyah.
• Skandal Asmara Ibu Hamil & Polisi Sulawesi Terkuak, Bercinta di Rumah saat Suami Pergi, Ending Miris
• Pemkab Lamongan Akui Siap Hadapi Virus Corona, Bakal Sambut Kepulangan Warganya dari China
• Mulan Jameela Jadi Saksi Kasus Memiles, Ini Kata Teman Sesama Anggota DPR RI
Dyah juga membantah adanya satu orang diduga terjangkit virus corona yang dirawat di RS Siloam Jember. Riwayat pemeriksaan pasien tersebut sudah dikonsulkan ke RS dr Soetomo Surabaya. Hasilnya, pasien itu tidak terjangkit virus yang juga disebut sebagai virus Wuhan itu.
Hal senada juga diungkapkan oleh Head Division of Business Development RS Siloam Jember dr I Bayu Anggar Dewa. Bayu Angga menuturkan, pasien yang tiba-tiba ramai disebutkan terjangkit virus corona sudah diperiksa sesuai dengan standar prosedur operasional. Pihak RS Siloam juga sudah berkoodinasi dengan pihak Dinas Kesehatan Jember.
"Hasilnya tidak memenuhi kriteria terduga coronavirus. Artinya tidak benar informasi yang beredar itu," ujar Bayu Angga.
Dari informasi yang dihimpun Surya, seorang pasien WNI datang ke RS itu dengan keluhan sesak nafas. Petugas RS setempat langsung melakukan pemeriksaan sesuai dengan SOP yang berlaku.
Ternyata seiring itu, beredar pesan berantai pada Selasa (28/1/2020) pagi, kalau pasien tersebut terjangkit virus corona. Pihak Dinkes Jember dan RS Siloam pun membantah isu tersebut.
Terkait penanganan penyakit yang disebabkan oleh virus SARS, MERS, atau juga nCoV, lanjut Bayu, RS Siloam dilengkapi dengan fasilitas ruang isolasi bertekanan udara negatif.