VIRAL Kondisi Air Terjun Coban Rondo Malang yang Keruh & Turun Deras, Ada Sisa Kebakaran Gunung Kawi

VIRAL Kondisi Air Terjun Coban Rondo Malang yang Keruh & Turun Deras, Ada Sisa Kebakaran Gunung Kawi

VIRAL Kondisi Air Terjun Coban Rondo Malang yang Keruh & Turun Deras, Ada Sisa Kebakaran Gunung Kawi
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Kondisi keadaan terkini air terjun Coban Rondo, Kamis (30/1/2020). 

VIRAL Kondisi Air Terjun Coban Rondo Malang yang Keruh & Turun Deras, Ada Sisa Kebakaran Gunung Kawi

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Sebuah video viral tersebar di media sosial Whatsapp.

Dalam video yang berdurasi sekitar 30 detik tersebut, memperlihatkan kondisi sebuah air terjun di wilayah Kabupaten Malang airnya keruh serta airnya turun dengan sangat deras.

Berdasarkan informasi yang diperoleh TribunJatim.com, ternyata diketahui lokasi video tersebut berada di Wana Wisata Alam Air Terjun Coban Rondo yang berada di Desa Sebaluh, Kelurahan Pandesari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang.

Staff tiketing Wana Wisata Alam Air Terjun Coban Rondo, Diarto membenarkan hal tersebut.

Prakiraan Cuaca BMKG, Puncak Musim Hujan di Malang Raya Februari-Awal Maret 2020, Waspada Bencana

E-Tilang di Kota Malang Siap Diterapkan, Pengendara Nakal Tak Pakai Seat Belt Bisa Terdeteksi CCTV

Helm Motif Pembalap Jadi Buruan Favorit Pengendara Motor Kota Malang

"Iya memang benar, yang ada di video tersebut merupakan air terjun Coban Rondo. Kejadiannya sendiri terjadi pada Rabu (29/1/2020) sekitar pukul 14.00 saat di wilayah tersebut diguyur hujan deras. Dimana debit air nya mengalami kenaikan dari yang normal sekitar 154 kubik per detik, namun karena hujan deras naik menjadi 250 kubik per detik," ujarnya kepada TribunJatim, Kamis (30/1/2020).

Ia menjelaskan bahwa sebenarnya hal tersebut adalah hal yang biasa terjadi ketika sedang turun hujan deras.

"Untuk air keruhnya sendiri itu karena disebabkan sisa sisa dari kebakaran hutan yang pernah terjadi di lereng Gunung Kawi. Karena sebenarnya aliran air Coban Rondo itu berasal dari Gunung Kawi yang kemudian terus mengalir dan berakhir di Bendungan Selorejo," jelasnya.

Ia menerangkan bahwa pada saat kejadian tersebut tidak ada sama sekali pengunjung.

"Setiap terjadi hujan deras, kita segera menutup kawasan wisata dan melarang siapapun untuk berada di dekat air terjun. Bahkan kita pun juga memberikan pembatas di sekeliling air terjun dan menurunkan dua orang petugas untuk stand by di dekat air terjun. Supaya yakin bahwa air terjun dalam keadaan steril dari pengunjung," tandasnya.

Penulis : Kukuh Kurniawan

Editor : Sudarma Adi

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved