Operasi Amputasi Korban Bullying Tuntas

Psikolog UIN Maliki Soal Kasus Perundungan MS, 'Pelaku Kemungkin Juga Pernah Jadi Korban Kekerasan'

Kasus perundungan yang terjadi di SMPN 16 Kota Malang membuat keprihatinan di masyarakat.

Psikolog UIN Maliki Soal Kasus Perundungan MS, 'Pelaku Kemungkin Juga Pernah Jadi Korban Kekerasan'
Humas Polresta Malang Kota via Kompas.com
MS (13) , siswa SMPN 16 Malang yang diduga korban pembullyan saat dijenguk Polresta Malang Kota 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Kasus perundungan yang terjadi di SMPN 16 Kota Malang membuat keprihatinan di masyarakat.

Apalagi dalam kejadian tersebut, para terduga pelaku membanting korban perundungannya ke lantai paving dan ke pohon.

Dosen Psikologi Perkembangan Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang, Dr. Elok Halimatus Sa'diyah mengatakan, perundungan atau bullying di Indonesia sudah tahap mengkhawatirkan.

"Solusinya adalah bersifat preventif, kuratif, dan rehabilitasi menjadi penting untuk dilakukan. Dan semua pihak harus terlibat baik dari keluarga, masyarakat, dan pemerintah," ujarnya kepada TribunJatim.com, Rabu (5/2/2020).

Ia menjelaskan banyak faktor yang menyebabkan seorang anak untuk melakukan bullying.

"Yang paling sering muncul adalah pelaku mendapatkan pengalaman kekerasan yang cukup intens dalam hidupnya. Terutama dalam lingkungan keluarga, bisa jadi orang tuanya bertindak otoriter," jelasnya kepada Tribunjatim.com.

Akibatnya, hal tersebut bisa menjadi efek domino negatif.

Wali Kota Sutiaji Ungkap 6 Hal yang Perlu Ditekankan Terkait Kasus Bullying Siswa SMPN 16 Malang

Inilah Alasan Risma Agar Warga Surabaya Berikan Maaf Kepada Zikria Dzatil

Bisikan Setan Bikin Zikria Dzatil Terlena, Berikut Isi Surat Permintaan Maaf Penghina Risma

"Di antaranya anak terbiasa berinteraksi dengan orang lain menggunakan kekerasan meniru orang orang dekat dalam hidupnya, minimnya empati terhadap orang lain, mencari perhatian orang lain dengan cara membully, hingga melampiaskan emosi kepada orang lain yang nampak lebih lemah dari dirinya," katanya kepada Tribunjatim.com

Wanita yang juga menjabat sebagai wakil dekan bidang kemahasiswaan dan kerjasama Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang ini juga memberikan saran atau himbauan agar anak tidak menjadi pelaku bullying.

"Yang paling utama adalah penguatan keluarga, karena ini merupakan langkah awal dan dasar dari pembentukan karakter anak. Pihak sekolah dan masyarakat juga harus aktif terlibat. Di sekolah misalnya, guru BK harus terlibat aktif dalam mengidentifikasi dan membantu siswa yg berisiko menjadi pelaku dan korban bullying agar kejadian bullying tidak terjadi.

Dirinya juga menambahkan masyarakat juga harus senantiasa memberikan dukungan emosi, dukungan praktis, dan dukungan informasi yg dibutuhkan oleh anggota masyarakat berisiko.

"Karena dengan dukungan masyarakat secara aktif akan memaksimalkan proses penguatan masyarakat berbasis keluarga," pungkasnya.

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved