Angin Kencang di Blitar Bikin Plafon Gedung DPRD Ambruk & Mobil Elf Ringsek, Pegawai Semburat Lari
Angin Kencang di Blitar Bikin Plafon Gedung DPRD Ambruk & Mobil Elf Ringsek, Pegawai Semburat Lari.
Penulis: Imam Taufiq | Editor: Sudarma Adi
Angin Kencang di Blitar Bikin Plafon Gedung DPRD Ambruk & Mobil Elf Ringsek, Pegawai Semburat Lari
TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Hujan deras dengan disertai angin kencang, membawa bencana di sejumlah tempat di Kabupaten Blitar, Jumat (7/1) siang atau sekitar pukul 14.00 WIB.
Tak hanya sejumlah pohon tumbang, tiang listrik, dan tower ambruk. Namun, atap atau plafon gedung DPRD Kabupaten Blitar, juga ambruk. Termasuk, atap parkir di belakang gedung dewan itu juga tersapu angin.
Akibatnya, mobil Isuzu Elf milik DPRD tertimpa dan kap-nya ringsek. Memang, tak ada korban luka, namun kejadian itu praktis membuat gempar para pegawai sekretariatan dewan (sekwan) tersebut.
• Hujan Deras & Angin Kencang Landa Kota Blitar, Pohon Tumbang Timpa Teras 2 Rumah di Jalan Sumatera
• Harga Bawang Putih di Kota Blitar Tembus Rp 50.000/Kg, Penyebabnya ini
• Rayakan Cap Go Meh, Klenteng Poo An Kiong Kota Blitar Gelar Kirab Barongsai
Sebab, suara yang ditimbulkan dari gemuruh angin disertai hujan deras itu cukup menakutkan.
Apalagi, suara plafon yang ambruk di lantai dua gedung dewan itu juga cukup keras. Akibatnya, para pegawai sekwan itu tak hanya panik, namun berlarian, untuk menyelamatkan diri.
"Semua orang ketakutan. Karena bersamaan atap yang ambruk dengan disertai suara yang keras itu, lampu di dalam kantor mendadak mati, sehingga menambah suasana kian mencekam. Akhirnya, orang yang ada di dalam gedung sempat berlarian," ujar Andrianto, pegawai Sekwan yang saat itu mengaku menyelamatkan diri dengan lari ke parkiran mobil pimpinan dewan.
Ambruknya atap itu tak sampai membawa korban luka. Itu karena saat kejadian itu, tak ada kegiatan di lantai dua. Di lantai dua yang atapnya ambrol itu, biasanya dipakai buat transit para anggota dewan dan para kepala dinas, yang akan menghadiri rapat paripurna.
"Kalau nggak ada rapat paripurna, ya sepi di lantai dua itu. Wong, saya sendiri saat kejadian itu lagi di ruangan komisi bersama para staf," ujar Sugianto, Ketua Komisi III.
Memang, ambruknya plafon itu, karena terkena angin kencang. Namun, entah pengerjaannya yang kurang bagus atau saking kencangnya anginnya itu, kerangka galvalumnya tak sampai ikut ambruk.
Padahal, itu termasuk bangunan baru atau bersamaan pemindahan perkantotan Pemkab Blitar, dan gedung dewan, dari kantor lama, yang ada di jalan Ahmad Yani, Kota Blitar ke Kelurahan/Kecamatan Kanigoro. Itu baru ditempati sekitar tahun 2014 lalu.
"Kami heran, yang ambruk kok cuma atap internitnya (plafonnya) saja. Sementara gafalun-nya masih utuh," ungkap politisi dari Partai Gerindra ini.
Memang, Jumat siang itu hujan cukup deras. Sekitar pukul 14.00 WIB, muncul angin puting beliung. Tak hanya terjadi di gedung dewan, namun di tempat lainnya.
Seperti di Desa Sawentar, yang berjarak sekitar 1 km dari gedung dewan itu. Di desa itu, banyak pohon besar tumbang dan mengganggu arus lalu lintas. Hingga kini, belum terdengar ada korban luka atau meninggal dunia.
Sementara, di tempat lainnya, juga terjadi musibah serupa. Seperti di Kelurahan Beru, Kecamatan Wlingi. Ada puluhan pohon tumbang, dan tiga tiang listrik patah. Bahkan, tower setinggi 45 meter, yang ada di halaman kantor Telkom, Wlingi itu roboh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/plafon-di-lantai-dua-gedung-dewan-ambruk.jpg)