Kejaksaan Negeri Pasuruan Telusuri Dugaan TPPU di Kasus Bulusari

Kasus korupsi di Tanah Kas Desa (TKD) Bulusari, Gempol, Kabupaten Pasuruan yang merugikan negara sekitar Rp 2,9 M ternyata berkembang.

Kejaksaan Negeri Pasuruan Telusuri Dugaan TPPU di Kasus Bulusari
(Surya/Galih Lintartika)
Kejaksaan bersama tim ahli geodesi dan BPN di lokasi TKD. 

 TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Kasus korupsi di Tanah Kas Desa (TKD) Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan yang merugikan negara sekitar Rp 2,9 M ternyata berkembang.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan kembali membuka penyelidikan baru di dalam kasus ini.

Korps Adhyaksa menelusuri dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) berkaitan dengan kasus dugaan korupsi TKD yang sudah masuk dalam tahap persidangan tersebut.

Penyelidikan kasus TPPU ini berawal dari keterangan saksi yang terungkap dalam persidangan dengan terdakwa mantan Kades Bulusari, Yudono dan rekannya Bambang Nuryanto beberapa waktu lalu.

Saksi tersebut, menyebut bahwa TKD seluas empat hektar itu disebut-sebut sudah dikeruk dan kemudian dijual. Hasilnya diambil oleh pihak-pihak tanpa sesuai prosedur yang ada.

Tudingan JPU Paksa Tersangka Korupsi TKD Tandatangan Berita Acara, Kejari Pasuruan: Itu Tak Benar

VIRAL Akad Nikah Berbahasa Isyarat, Detik-detik Ijab Kabul Buat Hadirin Haru, Pengantin Pria Gugup

Kelakuan Tak Manusiawi ISIS Dibongkar Eks Simpatisan, Wanita Jadi Pabrik Anak: Mereka Pembohong

Diduga Mengantuk, Pegawai Bank Ini Tewas Karena Tabrak Pohon di Ngunut Tulungagung

Kejari Kabulaten Pasuruan sudah mendatangkan tim Ahli Geodesi, dan BPN untuk memastikan batas lokasi TKD. Tim akan menghitung sedimentasi dan kubikasi tanah yang dikeruk.

Denny Saputra, Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Pasuruan mengatakan, pihaknya memang sengaja mendatangkan Tim Ahli Geodesi kembali untuk penyelidikan kasus dugaan TPPU dalam perkara pemanfaatan Tanah Kas Desa (TKD) Bulusari.

"Hasilnya penghitungan Tim Ahli Geodesi ini untuk menghitung sendimentasi akhir dan menentukan kubikasi tanah yang dikeruk, sesuai luasan tanah berdasarkan pengukuran dari tim ahli BPN,"ujar Denny.

Setelah itu, lanjut Denny, hasil penghitungan Tim Geodesi ini rencananya akan dibawa BPKP Perwakilan Jatim untuk menghitung kerugian negara. "Kasus dugaan TPPU pertama kali diusut Kejaksaan," imbuhnya.

Disinggung siapa calon tersangka kasus TPPU. "Masih terlalu dini, kita masih mengumpulkan alat bukti dan keterangan. Nanti ketika sudah ada perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan," pungkas dia. (lih/Tribunjatim.com)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved