Tudingan JPU Paksa Tersangka Korupsi TKD Tandatangan Berita Acara, Kejari Pasuruan: Itu Tak Benar

Tudingan JPU Paksa Tersangka Korupsi TKD Tandatangan Berita Acara, Kejari Pasuruan: Itu Tak Benar

SURYA/GALIH LINTARTIKA
Chosim, kuasa hukum tersangka korupsi tanah kas desa (TKD) Bulusari 

Tudingan JPU Paksa Tersangka Korupsi TKD Tandatangan Berita Acara, Kejari Pasuruan: Itu Tak Benar

TRIBUNPASURUAN.COM, PASURUAN - Kejari Kabupaten Pasuruan dituding memaksa Yudono, tersangka korupsi TKD Bulusari untuk menandatangani berita acara relaas sidang korupsi di Pengadilan Tipikor Jatim

Kesan pemaksaan ini sangat terasa saat Kejari Kabupaten Pasuruan meminta secara paksa tanda tangan Yudono untuk menandatangani berita acara sidang perdana korupsi di Pengadilan Tipikor, Jumat (1/11/2019) di Rutan Bangil.

Arogansi jaksa itu dilakukan terhadap tersangka tanpa didampingi penasehat hukum. Bahkan, sempat ada intervensi yang dilakukan jaksa terhadap Yudono.

Fraksi Nasdem DPRD Pasuruan Siap Perjuangkan Aspirasi Masyarakat

Kaget, Pintu Fraksi di DPRD Pasuruan Mendadak Hilang

Aksi Nekat Emak Pasuruan Transaksi Ribuan Pil Logo Y di SPBU Raci Dini Hari, Kepergok Polisi Patroli

"Tindakan jaksa memaksa tersangka untuk menandatangani berita acara penolakan menerima surat dakwaan padahal tersangka belum menerima reelas sidang di pengadilan tipikor," kata Chosim, kuasa hukum Yudono.

Menurut Chosim, usai persidangan praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Bangil, ia dan jaksa Kejari menemui tersangka di Rutan Bangil.

Tersangka yang dalam pendampingannya menolak menandatangani berita acara penetapan jadwal persidangan di Pengadilan Tipikor Surabaya. Karena saat ini tengah berjalan sidang praperadilan.

Namun beberapa waktu kemudian, jaksa kembali datang ke Rutan Bangil dan meminta tersangka Yudono yang tanpa didampingi penasehat hukum menandatangani berita acara.

Karena menolak, jaksa akhirnya memaksa dan menarik tangan tersangka untuk membubuhkan cap jempol.

“Kami akan melaporkan tindakan pemaksaan jaksa ini ke Jamwas Kejaksaan Agung. Mereka menggunakan premanisme untuk memaksa tersangka,” tandas Chosim.

Halaman
12
Penulis: Galih Lintartika
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved