Sempat Peringatkan Virus Corona Sebelum Wabah Menyebar, Dokter di China Dinyatakan Meninggal Dunia
Dokter Li Wenliang di China yang sempat memberi peringatan munculnya virus Corona di awal-awal wabah akhirnya meninggal dunia.
TRIBUNJATIM.COM - Nasib naas menimpa dokter di China yang memperingatkan kemunculan virus Corona sebelum kini menyebar ke berbagai negara.
Setelah dituding menyebar hoaks, dokter asal China ini dinyatakan meninggal dunia pasca terinfeksi virus Corona.
Diberitakan, dokter Li Wenliang di China yang sempat memberi peringatan munculnya virus Corona di awal-awal wabah akhirnya meninggal dunia.
Setelah memberi peringatan tentang munculnya virus Corona, Li sempat diancam dibawa ke pengadilan oleh polisi.
• 3 Alasan Indonesia Belum Ditemukan Kasus Virus Corona, Faktor Lingkungan hingga Kekebalan Tubuh
Dr Li meninggal akibat virus Corona yang menular dari pasien yang ia tangani.
Dikutip dari laman South Morning China Post, Jumat (7/2/2020), Rumah Sakit Pusat Wuhan mengkonfrimasi kabar meninggalnya Dr Li.
Beberapa jam sebelumnya, kabar kematian Dr Li dibantah.
"Dalam perang melawan epidemi pneumonia dari infeksi virus Corona, dokter mata rumah sakit kami, Li Wenliang, sayangnya terinfeksi. Dia meninggal setelah semua upaya yang kami lakukan untuk menyembuhkannya. Kami sangat berduka atas kematiannya," kata pihak rumah sakit di akun resmi Weibo.
Li meninggal pada Jumat pukul 2.58 dini hari dalam usia 34 tahun.
• 5 Hal Tentang Virus Corona Trending di China Pekan Ini, Ibu Menangis Minta Dibukakan Akses ke Dokter
Awalnya, kabar kematian Li menyebar dan dipublikasikan oleh media China.
Namun, kabar itu dibantah oleh pihak rumah sakit dengan mengatakan Li masih hidup meski kritis.
Berita tentang kematian Li di sejumlah media di antaranya Beijing News dan Global Times memicu ucapan cuka cita dari warganet di media sosial China.
Ucapan duka juga datang dari lembaga-lembaga yang berusaha mencegah penyebaran virus Corona.
"Kami sangat menyesal mendengar hilangnya pekerja garis depan mana pun yang berkomitmen untuk merawat pasien. kita harus berduka atas kematiannya bersama rekan-rekannya," kata Michael Ryan, Direktur Program Kedaruratan Kesehatan WHO.
Media sosial Tiongkok dibanjiri dengan kemarahan sekaligus ucapan duka atas kematian Li dengan menyalakan lilin.