Nekad Menikah saat Merebak Virus Corona, Ribuan Pasangan di Korea Ikuti Nikah Massal Bermasker

Sebanyak 6.000 pasangan dari 64 negara di dunia melangsungkan pernikahan di Korea Selatan, pada 7 Februari di tengah berita wabah virus corona.

Nekad Menikah saat Merebak Virus Corona, Ribuan Pasangan di Korea Ikuti Nikah Massal Bermasker
AFP/JUNG YEON-JE
Pernikahan massal dengan mengenakan masker di Korea Selatan diikuti oleh 6000 pasangan pada 7 Februari 2020. 

TRIBUNJATIM.COM - Menikah memang merupakan hak bagi tiap orang dan bisa dilakukan kapan saja saat segala persiapan sudah siap. 

Momen menikah yang biasanya digelar satu kali seumur hidup ini membuat orang-orang berlomba untuk mengabadikannya sebaik mungkin.

Namun apa jadinya kalau hari pernikahan dihiasi dengan pemandangan masker yang dikenakan oleh pengantinnya?

Kebalnya Indonesia dari Virus Corona Jadi Pertanyaan Ilmuwan, Benarkah Sudah Masuk Tanpa Terdeteksi?

Pemandangan Haru Perawat RS Virus Corona Peluk Putrinya dari Kejauhan, Ibu di Sini Melawan Monster

Hal inilah yang terjadi kepada ribuan pasangan yang mengikuti pernikahan massal di Korea Selatan

Di tengah pemberitaan merebaknya virus Corona di berbagai negara, termasuk Korea Selatan, tak mengurungkan niat ribuan pasangan yang akan menikah di Korea.

Meskipun bahaya dari virus Corona telah disebarluaskan, namun pasangan-pasangan ini tidak ingin menunda-nunda niatan mereka untuk melangsungkan hari bahianya. 

VIRAL Pemandangan Haru Ayah Menangis Lihat Anak Balitanya yang Terinfeksi Virus Corona Minta Dipeluk

Pernikahan massal akhirnya digelar di tengah ketakutan akan wabah virus corona. 

Uniknya, guna mencegah penyebaran virus yang mirip dengan SARS tersebut, para pengantin menggunakan masker. 

Alhasil, pernikahan massal itu mendapat sebutan pernikahan massal 'bertopeng', karena hampir sebagian besar pengantinnya menggunakan masker. 

Pernikahan massal dengan menggunakan masker di Korea Selatan
Pernikahan massal dengan menggunakan masker di Korea Selatan (AFP)

Beberapa pasangan mengenakan masker selama upacara tetapi tidak semua orang merasa benda itu sebagai tindakan pencegahan yang diperlukan.

Halaman
1234
Penulis: Ficca Ayu Saraswaty
Editor: Januar AS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved