Bambang Haryo: Tak Ada Alasan Pertumbuhan Ekonomi Turun!
Menurut Bambang Haryo Soekartono, anggota DPR RI periode 2014-2019, melambatnya pertumbuhan ekonomi RI menunjukkan pemerintah tidak mampu mengatasi
Penulis: Yoni Iskandar | Editor: Yoni Iskandar
Namun, posisi strategis Indonesia di poros maritim dunia belum dimanfaatkan maksimal.
Perhatian pemerintah terhadap sektor maritim sangat minim dan justru dibebani banyak biaya, seperti pendapatan negara bukan pajak (PNBP) angkutan antarpulau naik hingga 1.000%.
“Karena Indonesia negara kepulauan, berbagai beban tambahan di sektor maritim itu akhirnya meningkatkan ongkos logistik antarpulau,” ujarnya.
Berdayakan UMKM
Bambang Haryo mengatakan, ekonomi seharusnya bisa tumbuh pesat apabila pemerintah bisa meningkatkan daya beli masyarakat serta memberdayakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional.
Namun kepedulian terhadap Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dipertanyakan setelah anggaran Kementerian Koperasi dan UKM dipangkas hampir separuh dari pemerintahan sebelumnya menjadi hanya Rp 970 miliar pada 2020.
Bambang Haryo menegaskan, dinamika global merupakan keniscayaan dan dihadapi oleh semua negara, termasuk Indonesia.
Oleh karena itu, yang mungkin dilakukan pemerintah adalah membenahi masalah domestik dan memanfaatkan sumber daya yang ada.
Dinamika global, seperti perang dagang AS-China dan keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit), justru bisa memberikan dampak positif dan momentum bagi kenaikan pertumbuhan ekonomi nasional apabila pemerintah jeli.
“Negara-negara lain di Asia Tenggara bisa mendapat manfaat dari dinamika global itu sehingga pertumbuhan ekonomi mereka naik, mengapa Indonesia tidak bisa?,” kata Bambang Haryo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/komisi-v-dan-vi-dpr-ri-ketua-dewan-pembina-gapasdap-bambang-haryo-soekartono.jpg)