Jelang Kepulangan Mahasiswa dari Observasi di Natuna, Unesa Harap Masyarakat Tidak Takut

Jelang kepulangan mahasiswa dari Wuhan yang tengah diobservasi di Natuna. Unesa gelar sosialisasi, harap masyarakat tidak takut.

Jelang Kepulangan Mahasiswa dari Observasi di Natuna, Unesa Harap Masyarakat Tidak Takut
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Suasana Kegiatan Sosialisasi ke seluruh civitas akademika terkait edukasi Corona virus secara psikologi di gedung T-14 lantai 4, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya, Rabu (12/2/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Menjelang kepulangan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya dari Natuna, Tim Trauma Healing menggelar sosialisasi ke seluruh civitas akademika terkait edukasi Corona virus secara psikologi.

Kegiatan itu berlangsung di gedung T-14 lantai 4, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya, Rabu (12/2/2020).

Diawal kegiatan, tim healing membagikan kusioner untuk mengetahui terkait kecemasan mahasiswa terhadap virus Corona.

Tiket Kereta H Min 10 Lebaran 2020 di Wilayah KAI Daop 8 Sudah Bisa Dipesan, Dibuka 14 Februari 2020

Bhayangkara FC Tumbangkan Persebaya 1-0, Paul Munster Lagi-lagi Kecewa dengan Wasit

Hal ini dilakukan sebagai dasar pelaksanaan trauma healing dan edukasi secara psikologi yang juga mampu mempengaruhi kesehatan.

Hampir 200 peserta hadir untuk mendengarkan kesaksian orang tua, serta penjelasan materi dari para dokter.

Tujuannya agar tidak ada kecemasan tertular virus Corona menjelang kedatangan mahasiswa dari Wuhan yang kini tengah menjalani observasi di Natuna.

Prov Subandi, orang tua dari Brandy Juan mengaku bahagia lantaran anaknya akan segera kembali berkumpul dengan keluarga.

Satu Dari Tiga Bocah Tenggelam di Kali Pucang Sidoarjo Sudah Ditemukan

Perkuat Persija Jakarta untuk Musim 2020, Osvaldo Haay Bertekad Buktikan Kemampuan

"Perasaan saya sangat bahagia karena sebentar lagi mahasiswa bisa kembali berkumpul dengan keluarga, dia disana dari awal selau enjoy tidak ada kekhawatiran terkena virus, terakhir kali komunikasi juga dia sehat walafiat," kata kata Prov. Subandi orang tua dari Brandy Juan.

"Dengan adanya keterangan tertulis nanti semoga masyarakat tidak takut dan justru mendukung agar mereka tidak merasa dikucilkan," imbuhnya.

Selain itu, Anggota Tim Trauma Healing, Dr Diana Rahmasari M Si Psikolog mengatakan, mereka yang akan datang dari Wuhan memunculkan 2 kondisi psikologis, kecemasan dan depresi.

Gubernur Longki Apresiasi Bantuan Pemprov Jatim untuk Gempa di Sulteng: Bermaanfaat untuk Bangkit

Halaman
12
Penulis: Zainal Arif
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved