Seleksi Dirut KBS Surabaya Diperpanjang, Belum Ada Sosok yang Dinilai Tepat
Pemkot Surabaya memperpanjang proses seleksi Direktur Utama Kebun Binatang Surabaya (KBS).
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Ndaru Wijayanto
Poin penting:
- Pemkot Surabaya kembali membuka proses seleksi Direktur Utama KBS mulai 27 Agustus hingga 26 September 2025
- Hasil wawancara akhir gelombang ketiga akan digabung dengan hasil wawancara gelombang kedua (28 Juli 2025)
- Syarat mencakup: usia 35–55 tahun, pengalaman manajerial minimal 5 tahun, tidak memiliki konflik kepentingan dengan pejabat Surabaya, serta tidak pernah menjabat dua periode di posisi yang sama.
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Bobby Koloway
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemkot Surabaya memperpanjang proses seleksi Direktur Utama Kebun Binatang Surabaya (KBS). Setelah belum bisa menjaring nama terpilih di dua gelombang sebelumnya, proses seleksi Direktur kembali dibuka bulan ini.
Sebelumnya, proses seleksi Direktur Utama KBS telah dilakukan pada gelombang 1 (Februari - Maret 2025) dan gelombang 2 (Juli - Agustus 2025). Namun, tim panitia seleksi (pansel) belum memutuskan nama Direktur terpilih.
Pada gelombang kedua, proses seleksi terhenti pada tahap wawancara yang berlangsung 28 Juli 2025 lalu.
"Untuk hasil wawancara akhir, ditunda sampai dengan pengumuman lebih lanjut," ujar Ketua Panitia Seleksi Direksi Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS), Agung Bayu Murti.
Pasca menunda pengumuman hasil wawancara, tim pansel kembali membuka tahapan seleksi. Dimulai dari pendaftaran (27 Agustus -10 September), para calon direksi juga akan mengikuti Seleksi Administrasi (12 September), Uji Kelayakan dan Kepatutan (15 September), dan Wawancara Akhir (22 September).
Nantinya, nama-nama yang sebelumnya telah mengikuti seleksi di gelombang 2 akan disandingkan dengan nama-nama baru pada hasil seleksi gelombang ketiga.
"Hasil wawancara akhir berdasarkan pengumuman perpanjangan ini akan digabungkan untuk menjadi satu kesatuan dengan hasil Wawancara Akhir tanggal 28 Juli 2025," kata Agung Bayu Murti.
Baca juga: Belum Puas dengan Hasil Seleksi Dirut KBS, Wali Kota Surabaya: Saya Tak Mau yang Biasa-Biasa Saja
Baca juga: Wacana Kenaikan Harga Tiket Masuk Kebun Binatang Surabaya, Tarif KBS Belum Berubah Sejak 2010
Ditargetkan, proses seleksi bisa tuntas selama 1 bulan. "Pengumuman hasil wawancara akhir dilakukan pada 26 September," katanya.
Seperti halnya ketentuan sebelumnya, ada beberapa kualifikasi yang harus dipenuhi para calon direksi. Di antaranya: memiliki pengetahuan seputar usaha konservasi, edukasi dan rekreasi, memiliki pengalaman dalam bidang manajerial perusahaan (minimal lima tahun dan pernah memimpin tim), minimal Sarjana/Strata-1 (S1), dan usia 35-55 tahun saat mendaftar.
Juga, bukan kerabat Wali Kota/Wakil Walikota Surabaya, Anggota Direksi, atau Anggota Badan Pengawas KBS. Termasuk, tidak pernah menjadi anggota Direksi, anggota Badan/Dewan Pengawas, atau anggota Komisaris yang dinyatakan bersalah, tidak sedang menjadi pengurus/anggota partai politik, serta tidak pernah menjadi Anggota Direksi KBS yang menjabat 2 periode masa jabatan.
Direktur KBS hingga saat ini masih kosong sepeninggal Khairul Anwar yang purna tugas pada Oktober 2024. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memilih berhati-hati dalam mengisi posisi strategis tersebut.
"Kalau nggak lolos, masa di deadline (diberi batas waktu). Kami ingin[memilih] yang benar-benar tepat. Hari ini tanpa direktur utama saja sudah berjalan dan berjalannya sudah luar biasa. PAD (Pendapatan Asli Daerah) juga tambah," kata Wali Kota Eri yang juga mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini.
Sekalipun sebagai badan konservasi, pada tahun 2025, Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya tetap berhasil memberikan deviden kepada Pemkot sebesar Rp5,14 miliar. Angka itu nyaris mencapai dua kali lipat dari target (194,63 persen dari target sebesar Rp2,64 miliar).
"Ini tanpa direktur utama. Makanya, kalau calon direktur masih kalah dengan direksi yang di bawah ya sekalian saja nggak usah ada direktur utama. Makannya, direktur utama ini berat. KBS ini sudah baik. PAD naik, kerjasama antar lembaga jalan, koleksi satwa terus bertambah. Makanya, ini harus ditingkatkan," tandasnya
| Halal Bihalal PCNU Surabaya, Soroti Curanmor hingga Ancaman Narkoba di Rokok Elektrik |
|
|---|
| Kunjungi Tribun Jatim Network, Biznet Perkuat Kolaborasi Media dan Edukasi Internet Berkualitas |
|
|---|
| ASN Pemkot Surabaya WFH Tiap Jumat dan Wajib Naik Transportasi Umum di Hari Selasa |
|
|---|
| Kunjungi Jatim, Panitia Nasional Soekarno Cup 2026 Apresiasi Kesiapan Tuan Rumah |
|
|---|
| Anggota Komisi D DPRD Jatim Soroti Infrastruktur ke Tempat Wisata di Situbondo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Koleksi-satwa-Kebun-Binatang-Surabaya-KBS-bertambah-dengan-lahirnya-dua-anakan-singa-afrika.jpg)