Home Industry Sabu di Pasuruan Digerebek

BPOM Pastikan Bahan Baku Sabu Yang Disita Polisi Ini Peredarannya Dibatas

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jawa Timur langsung mendatangi Polres Pasuruan, Selasa (18/2/2020).

(Surya/Galih Lintartika)
Suasana ketika Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jawa Timur langsung mendatangi Polres Pasuruan, Selasa (18/2/2020). 

 TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jawa Timur langsung mendatangi Polres Pasuruan, Selasa (18/2/2020).

Kedatangan tim BPOM ini untuk mengecek dan melihat langsung barang bukti yang diamankan kepolisian dari rumah pembuatan sabu di Pandaan yang baru saja digerebek.

Sekadar diketahui, dalam penggerebekan sebuah home industri di The Taman Dayu Pandaan, Korps Bhayangkara berhasil mengamankan barang bukti bahan kimia.

Diantaranya adalah puluhan dus Neoprotifed (obat batuk pilek), alkohol, cairan IODINE, soda api, red fosfor, cairan HCL, dan masih banyak lagi. Selain itu, ada peralatan lainnya yang diduga dijadikan alat untuk meracik sabu.

Kasatnarkoba Polres Pasuruan AKP Sugeng Prayitno mengatakan, kedatangan tim BPOM ini untuk melakukan pengecekan dan pengujian terhadap barang bukti yang diamankan dari lokasi penggerebekan.

"Hasilnya, setelah diteliti sama BPOM memang benar jika beberapa unsur bahan kimia ini disatukan maka menjadi bahan mentah untuk pembuatan sabu - sabu," kata Sugeng usai melakukan penelitian singkat bersama BPOM kepada Tribunjatim.com.

Dia menjelaskan, ada empat obat yang diteliti dan salah satunya memang obat batuk pilek. Jika kandungan di dalam obat pilek itu diambil atau diekstrak, dan dicampur dengan bahan kimia lain bisa menjadi sabu.

FAKTA Home Industry Sabu di Pasuruan Digerebek Polisi, Ada Apotek Diduga Kuat Terlibat Jadi Pemasok

Sebelum Ashraf Sinclair Meninggal Dunia, Bunga Citra Lestari Masih Jadi Juri Indonesian Idol Top 3

VIRAL Ramalan Virus Corona di Wuhan Tahun 2020 Ada di Buku Terbitan 1981, Sebut Senjata Biologis

"Kemarin tim labfor Polda Jawa Timur sudah melakukan olah TKP kejadian dan memastikan itu memang sabu. Dan sekarang BPOM juga sudah memastikan ini obat - obatan terlarang. Artinya terlarang, penjualannya tidak sembarangan," jelas dia.

Sugeng menerangkan, semua obat dan bahan yang disita dari rumah kontrakan tersangka itu diawasi peredarannya. Dalam arti lain, kata dia, tidak bisa dijual secara bebas. Setiap penjualannya harus ada pengawasan yang sangat ketat.

"Kami masih mendalami bagaimana para tersangka bisa mendapatkan bahan baku ini yang sebenarnya sangat susah didapatkan jika tidak ada resep dokter. Dan sekalipun ada, jumlahnya juga dibatasi. Kami masih menyeliki lebih lanjut," pungkas dia. (lih/Tribunjatim.com)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved