Home Industry Sabu di Pasuruan Digerebek

Selain Apotek, Polres Pasuruan Juga Dalami Keterlibatan Dokter dalam Pembuatan Sabu-sabu

Selain mendalami dugaan keterlibatan apotek dalam kasus penggerebekan sabu, Satresnarkoba Polres Pasuruan juga mendalami keterlibatan oknum dokter.

(Surya/Galih Lintartika)
Suasana ketika Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jawa Timur langsung mendatangi Polres Pasuruan, Selasa (18/2/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Selain mendalami dugaan keterlibatan apotek dalam kasus penggerebekan sabu, Satresnarkoba Polres Pasuruan juga mendalami keterlibatan oknum dokter.

Kasatnarkoba Polres Pasuruan AKP Sugeng Prayitno menegaskan tidak mungkin para tersangka ini mendapatkan bahan - bahan baku untuk membuat sabu ini dengan mudah.

Kalau semisal memang mudah, kata dia, pasti ada keterlibatan pihak - pihak terkait. Sebab, mayoritas bahan baku yang digunakan untuk membuat sabu itu diawasi dan tidak diperjualbelikan secara bebas.

"Ini obat keras. Bahkan sudah ada label warna merah itu yang bertanda ini obat keras dan diawasi. Paling penting, obat ini boleh dipasarkan dengan catatan ada resep dokter," kata Sugeng, sapaan akrab Kasatnarkoba.

Sugeng menerangkan, dari keterangan BPOM Jawa Timur, ada tiga macam tanda di dus obat. Untuk tanda merah ini dijual terbatas dan ada pengawasan. Untuk tanda biru, bebas terbatas.

Artinya, bisa dijual bebas tapi tetap terbatas. Untuk label hijau, dijual bebas.

"Nah obat yang kami temukan ini ada tanda merahnya. Ini obat tergolong keras yang dijual dengan resep dokter, tidak bisa ditebus tanpa ada resep dokter," tambahnya kepada Tribunjatim.com.

Bertemu Sehari Sebelum Ashraf Sinclair Meninggal, Daniel Mananta Ungkap Kata-kata Terakhir Suami BCL

Reaksi Santai Risma Soal Zikria Dzatil Ingin Ketemu, Tak Banyak Kata, Saya Nggak Mau Memperpanjang

BPOM Pastikan Bahan Baku Sabu Yang Disita Polisi Ini Peredarannya Dibatas

Nah,ia mengaku masih mendalami kemungkinan keterlibatan dokter dalam memberikan resep ke para tersangka. Informasi sementara yang disapatkan, memang ada dokter yang masuk dalam jaringan ini.

"Kami masih kembangkan. Oknum dokter ini ada di Jakarta. Tapi untuk memastikan dia terlibat atau tidak kami perlu dalami dan kami perlu bukti. Ini masih kami kembangkan," pungkas dia. (lih/Tribunjatim.com)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved