Pesan Pembina Pramuka pada Siswa sebelum Susur Sungai Dikuak Murid, Sempat Abaikan Peringatan Warga
Murid yang selamat ungkap pesan pembina Pramuka kepada siswa sebelum susur sungai, peringatan warga sempat diabaikan.
Murid yang selamat ungkap pesan pembina pramuka kepada siswa sebelum susur sungai, peringatan warga sempat diabaikan.
TRIBUNJATIM.COM - Kegiatan susur sungai SMPN 1 Turi Sleman yang berujung celaka menjadi sorotan publik.
Tak terkecuali sikap guru olahraga sekaligus pembina pramuka kegiatan susur sungai tersebut.
Polda DIY telah menetapkan IYA alias guru olahraga sekaligus pembina pramuka sebagai tersangka dalam tragedi susur sungai.
Tak tanggung-tanggung pembina pramuka ini kini terancam hukuman 5 tahun penjara lantaran dianggap lalai hingga menghilangkan nyawa 10 siswi SMPN 1 Turi.
• 1 Pembina Pramuka Tinggalkan Siswa SMPN 1 Turi saat Susur Sungai Sempor Sleman, Kini Tersangka
Jauh sebelum ditetapkan sebagai tersangka, rupanya sikap sang guru olahraga tersebut sempat membuat warga sekitar Sungai Sempor geram.
DIberitakan sebelumnya, kegiatan Pramuka susur sungai yang dilakukan sejumlah siswa SMPN 1 Turi, Sleman pada Jumat (21/2/2020) berujung duka.
Pasalnya kegiatan tersebut menewaskan 10 korban siswi yang hanyut terbawa arus deras.
Rupanya kegiatan tersebut tetap dilakukan meski sedang turun hujan.
Disisi lain, berdasar pengakuan warga, mereka telah memperingatkan pembina pramuka untuk tidak melakukan kegiatan susur sungai itu.
• Sosok Pemancing yang Selamatkan Nyawa Puluhan Siswa SMPN 1 Turi saat Susur Sungai Sempor di Sleman
Hal itu dibeberkan oleh satu di antara siswi yang selamat.
Tita Farza Pradita, seorang siswi SMPN 1 Turi membenarkan seorang warga telah memperingatkan supaya kegiatan susur sungai tidak perlu dilakukan.
"Tapi itu katanya sama warga sudah diingetin mending nggak usah, tapi tetap melanjutkan," tutur Tita, melansir dari tayangan YouTube Kompas TV.
Meski sudah diperingatkan, ternyata pembina pramuka tetap melanjutkan kegiatan tersebut.