Terdakwa Pembunuh Tukang Parkir di Kota Madiun Divonis Hukuman Mati

Terdakwa tindak pidana pembunuhan berencana, Heri Cahyono (39), warga Desa Wayut, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, akhirnya dijatuhi vonis hukuman

(Surya/Rahadian bagus)
Terdakwa Heri Cahyono, mendengarkan hakim ketua membacakan putusan. 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Terdakwa tindak pidana pembunuhan berencana, Heri Cahyono (39), warga Desa Wayut, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, akhirnya dijatuhi vonis hukuman mati.

Dalam pembacaan sidang putusan dibacakan Hakim Ketua Salam Alfarik di Pengadilan Negeri Kota Madiun, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan berencana.

Terdakwa terbukti membunuh tukang parkir bernama Heru Susilo, warga Jalan Genen, Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun, pada 1 September 2019. Terdakwa membunuh korban dengan cara menusuk perut korban menggunakan pisau.

"Mengadili, satu menyatakan saudara Heri Cahyono alias gundul terbukti secara sah dan meyakinkan, melanggar tindak pidana pembunuhan berencana, sebagaimana dalam dakwaan alternatif pertama primer, menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana mati," kata Hakim Ketua di hadapan terdakwa, Senin (24/2/2020).

Dalam pembacaan putusan yang disaksikan Jaksa Penuntut Umum dan Kuasa Hukum terdakwa, Majelis Hakim memberi kesempatan upaya banding kepada Heru Cahyono alias Gundul hingga sepekan ke depan.

Sikap Pasrah Spesialis Gendam di PTC Mall Dituntut 3 Tahun, Langsung Nyelonong ke Sel Pasca Disidang

Sindikat Peracik Obat Kuat Ilegal di Wiyung Dibongkar Polda Jatim, 2 Rumah Jadi Lokasi Produksi

Bacaan Niat Puasa Rajab Lengkap dengan Amalannya, 1 Rajab 1441 H Jatuh Pada 25 Februari 2020

Sementara itu, selain memberikan putusan hukuman mati terhadap BB terdakwa Heri Cahyono alias Gundul, hakim ketua juga menjatuhkan vonis 10 tahun penjara terhadap dua terdakwa lain dalam kasus yang sama.

Dua terdakwa yang dijatuhi hukuman 10 tahun penjara yakni Irwan Yudho Hartanto warga Kelurahan Winongo Kecamatan Manguharjo, dan Hari Prasetyo warga Kelurahan Pangongangan, Kecamatan Manguharjo.

Sidang dengan agenda pembacaan putusan itu dihadiri ratusan pesilat yang memakai atribut Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). Ratusan personil gabungan TNI dan Polisi juga melakukan penjagaan jalannya persidangan.

Kasubaghumas Polresta Madiun AKP Sugeng, saat dikonfirmasi, mengatakan, pengaman tidak hanya dilakukan di gedung PN kota Madiun. Petugas gabungan juga melakukan penjagaan di gedung padepokan pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).

"Tim gabungan terdiri dari Polisi, Brimob dan TNI mencapai 393 personil. Dari Polres sebanyak 323 anggota, Brimob 50 anggota, Kodim 20 anggota untuk berjaga baik di gedung PN dan Padepokan PSHT," katanya kepada Tribunjatim.com. (rbp/Tribunjatim.com)

 

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved