Ada 26 Kasus Tanah Longsor Selama Musim Hujan di Trenggalek

Sebanyak 26 kasus tanah longsor terjadi di Kabupaten Trenggalek dalam dua bulan terakhir, atau selama awal musim penghujan.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Yoni Iskandar
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Warga dan petugas membersihkan material longsor akibat hujan deras di Desa Semurup, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, Kamis (13/2/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Sebanyak 26 kasus tanah longsor terjadi di Kabupaten Trenggalek dalam dua bulan terakhir, atau selama awal musim penghujan.

Dari jumlah itu, sepuluh kejadian tergolong cukup parah. Tolok ukurnya, tanah longsor mengenai atau mengancam bangunan rumah di dekatnya.

Kepala Badan Penanggung Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek Djoko Rusianto mengatakan, longsor paling sering terjadi pada Februari ini.

"Januari enam kejadian, sementara Februari ada dua puluh kejadian," kata Djoko Rusianto kepada Tribunjatim.com, Rabu (26/2/2020).

Sementara itu, sepuluh kejadian tanah longsor cukup parah itu tersebar di enam kecamatan.

Rinciannya, dua terjadi di Munjungan, dua di Dongko, dua di Watulomo, dua di Bendungan, dan masing-masing satu di Suruh dan Tugu.

Jual Motor Matic, Ibu Satu Anak di Tuban Pakai Uangnya untuk Beli 13 Gram Sabu dan 20 Butir Ekstasi

Jelang Perbaikan Jembatan Cincin, Polres Lamongan Mulai Pasang Rambu, Jalur Akan Dialihkan

Wajah Tegar Anak Wanita 48 Tahun di Sidoarjo yang Tewas di Rumah, Mata Berkaca-kaca: Ibu Bagaimana

Rumah dan bangunan milik warga yang terimbas longsor berada di bagian atas atau bawah dekat longsoran.

"Alhamdulillah tidak ada korban luka maupun jiwa dalam semua kejadian tanah longsor," ucap Djoko kepada Tribunjatim.com.

Jika dibandingkan dalam rentang yang sama tahun sebelumnya, Joko menyebut, jumlah kejadian tanah longsor cenderung lebih menurun.

Selain itu, ia melihat, kesadaran masyarakat untuk mewaspadai bencana juga semakin baik.

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi klimatologi dan Geofisika (BMKG), puncak peralihan dan musim panas ke penghujan akan terjadi pada Maret.

"Biasanya, akan sering terjadi hujan lokal yamg deras dan tak merada di kondisi seperti itu," ujarnya.

Selain longsor, Kabupaten Trenggalek juga mengalami banjir 38 kali. Banjir ini, kata Djoko, berupa genangan yang cepat surut.
Sementara ada juga kasus angin kencang 11 kali. Juga, laporan BPBD menyebut, Trenggalek juga mengalami dampak gempa sekali pada Januari. (aflahulabidin/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved