Jatmi Akan Hidupkan Thoriqot Mu'taharoh di Jatim

Kegiatan silaturrahmi dipusatkan di Pondok Pesantren Arromli di Desa Curah Kalak, Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo.

Penulis: Izi Hartono | Editor: Yoni Iskandar
izihartono/surya
Para kiai saat menghadiri acara silaturrahmi Jam'iyah Ahli Thoriqot Mu'taharoh di Ponpes Arromli di Desa Curah Kalak, Kecamatan Jangkar, Situbondo 

TRIBUNJATIM.COM, SITUBONDO - Dewan Pengurus Pusat (DPP) dan Dewan Pengurus Wilayah ( DPW) Jam'iyah Ahli Thoriqot Mu'taharo Indonesia ( Jatmi), menggelar Silaturrahmi dengan sejumlah pengasuh Pondok Pesantren dan tokoh agama se wilayah tapal kuda, Rabu (26/02/2020).

Kegiatan silaturrahmi dipusatkan di Pondok Pesantren Arromli di Desa Curah Kalak, Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo.

Ketua DPP Jatmi, KH Akhmad Tauhid mengatakan, silaturrahmi ini adalah ingin menghidupkan kembali Jam'iyah Thoriqoh Mu'taharo atau Jatmi.

Menurutnya, Jatmi didirikan pada tahun 1957. Namun pada tahun 2004 Jatmi diketui oleh DR KH Mustain Romli.

Alasan bidikan utama di Jawa Timur, kata pengasuh Pondok Pesantren Almadani, Gunung Pati, Semarang, Jawa Tengah ini mengatakan, sejak pada tahun 1998 daerah tapal kuda ini ditinggalkan. Sehingga, lanjutnya, dirinya sangat prihatin, karena pendirinya dan jamaahnya paling banyak dari Jawa Timur.

"Sebelum melangkah ke Propinsi yang lain, kami pasca muktamar tahun 2018 di Pati kami injak pertama kali Jawa Timur," ujat KH Akhmat Tauhid kepada Surya.

Temani BCL Setiap Hari setelah Kepergian Ashraf Sinclair, Rossa: Berat Ngeliat Sahabat Sedih

Jambret Modus Serempet Motor Curi HP, Dilaporkan Korban, Pelaku Sembunyi di Area Pemakaman Sampang

Kisah Gadis Tak Sadar Dinikahi Orang Kaya, 1 Tahun Pacaran Tak Tahu Pekerjaan Kekasih Sebenarnya

Alasan memilih tempat di Situbondo, KH Akhmat Tauhid mengaku, karena Situbondo merupakan daerah yang strategis untuk daerah tapal kuda.

Sebelum dilakukan musyawarah wilayah yang rencananya akan digelar di Kabupaten Lamongan, dirinya melakukan silaturrahmi kepada sejumlah ulama yang ada di Jawa Timur.

"Amanatnya jelas sesuai hasil muktamar, jamaah Thoriqoh akan bersama sama dengan pemerintah dan mendukung pemerintah yang sah negara Republik Indonesia dan Pancasila sebagai falsafah negara, ediologi negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia," jelasnya.

Saat ditanya terobosan untuk menyemarakkan thoriqot di Jawa Timur, KH Akhmat Tauhid menjelaskan, yanh pertana membentuk pengurus di daerah, meski diwilayah ada pengurusnya akan tetapi tidak akan maksimal.

"Ya sekarang kita akan maksimalkan kembali," katanya kepada Tribunjatim.com.

Sementara itu, Ketua DPW Jatmi Jatim, KH Hidahyatullah Kholid mengatakan, Thoriqot yang ada dibawah naungan Jatmi, di Jawa Timur ada sekitar 25 kelompok thoriqot.

"Jatmi ini sebenarnya mengayomi semua kelompok thoriqot yang mu'tabaroh," kata pengasug Ponpes di Jember ini.

Kelompok thoriqot di Jawa Timur, kata KH Hidayatullah Kholid, secara ubudiyah dan amaliyahnya sangat baik. (Izi//Tribunjatim.com)

 

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved