Arab Saudi Larang Umrah

Calon Jamaah Umroh Asal Pasuruan Gagal Berangkat, Kecewa

Bachrul Ulum warga Desa Cobanjoyo, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan hanya bisa mengelus dada. Dia dijadwalkan akan berangkat ibadah umroh bersama

(Surya/Galih Lintartika)
Bachrul Ulum warga Desa Cobanjoyo, Kecamatan Kejayan 

 TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Bachrul Ulum warga Desa Cobanjoyo, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan hanya bisa mengelus dada. Dia dijadwalkan akan berangkat ibadah umroh bersama istri dan orang tuanya 2 Maret mendatang.

Namun, karena ada kebijakan pembatasan larangan umroh oleh Kerajaan Arab Saudi dampak meluasnya virus corona, ia terpaksa harus mengubur sementara mimpinya untuk berangkat ke tanah suci.

"Kalau ngomong kecewa ya pasti iya kecewa. Sudah dua bulan saya mempersiapkan ini semua," kata Bachrul Ulum kepada Tribunjatim.com.

Ia mengatakan, dua bulan sebelumnya, dirinya sudah persiapan fisik dan persiapan lainnya untuk ibadah umroh. Mulai pakaian, hingga oleh - oleh umroh pun sudah disiapkannya.

"Ya kami masih menunggu kejelasannya. Saya harap, masih ada beberapa hari lagi, mudah - mudahan ada perubahan kebijakan pemerintah Arab Saudi, dan kunjungan umroh dibuka kembali," tambah dia.

Car Free Month Berakhir, Wisatawan Gunung Bromo Sudah Boleh Menggunakan Kendaraan Bermotor

Arab Saudi Larang Warga Dunia Pergi Umrah, 81 Ribu Jemaah dari Jatim Terancam Gagal Berangkat

Arab Saudi Stop Umrah Sementara, 200 Calon Jemaah di Bandara Juanda Pulang ke Daerah Masing-masing

Bachrul Ulum mengaku, satu rombongannya ada 12 orang. Kata dia, 12 orang ini kecewa semua. Mereka mayoritas tidak mengira ternyata ada saja hambatan dan halangan ya untuk menjalankan ibadah di Mekkah.

"Ya kami sudah dihubungi sama pihak travel dan dikasih tahu kalau ada perubahan akan dikabari kembali. Cuma sementara ini, travel menyampaikan untuk umroh seperti akan diundur," jelasnya kepada Tribunjatim.com.

Hal sama juga dialami Nizar warga Kejayan. Ia harus menelan pil pahit dalam - dalam. Ia dijadwalkan berangkat bersama keluarganya Sabtu mendatang. Ia bahkan sudah menggelar tasyakuran.

"Kemarin baru saja kami tasyakuran. Kalau istilah Jawa kami memohon doa dan restu agar ibadah umroh kami lancar berangkat sampai pulang. Dan menjadi haji kecil yang mabrur," urai dia.

Ia mengaku terkejut tadi pagi ada kabar dari travel. Dari pihak travel menginformasikan bahwa untuk sementara ada larangan untuk umroh dari Kerajaan Arab Saudi.

"Saya juga kaget. Waduh, kemarin baru saja kami menggelar tasyakuran. Ini ada kabar dadakan uang mengejutkan sekali," paparnya kepada Tribunjatim.com.

Nizar mengaku sudah mempersiapkan semuanya. Bahkan keperluan selama di Mekkah sudah dipersiapkannya dan sudah dimasukkan ke dalam koper.

Rencananya, Jumat pagi, kopernya akan diantar ke travel dan dikumpulkan menjadi satu. Ia menyebut, akan berangkat Sabtu pagi setelah shubuh.

"Ya mau bagaimana lagi. Cuma kalau boleh berharap semoga pemerintah Indonesia bisa mengupayakan kami agar tetap bisa berangkat ke Mekkah. Kami sudah menantikan momen ini, kami sangat tidak berharap ini gagal," pungkas dia. (lih/Tribunjatim.com)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved