Arab Saudi Larang Umrah

Jemaah Umrah Datang di Bandara Juanda, Ikut Prihatin Kepada Para Calon Jemaah Yang Gagal

Melihat kegagalan berangkat ke umroh yang dialami oleh sebanyak 450 calon jamaah umrah asal Jawa Timur membuat jemaah dari Thoyibah Travel

Tayang:
Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Yoni Iskandar
Tribunjatim.com/Fikri Firmansyah
Syaifullah satu diantara warga asli Pasuruan yang telah tiba di Bandara Juanda atau telah sukses melakukan umrah dengan menggunakan Agen Travel Umrah Thoyibah, saat tiba di Bandara Juanda, Kamis (27/2/2020). 

 Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Melihat kegagalan berangkat ke umroh yang dialami oleh sebanyak 450 calon jamaah umrah asal Jawa Timur membuat jemaah dari Thoyibah Travel ikut prihatin.

Syaifullah satu diantara warga asli Pasuruan yang telah tiba di Bandara Juanda atau telah sukses melakukan umrah dengan menggunakan Agen Travel Umrah Thoyibah mengatakan, ikut prihatin atas apa yang dialami para calon jamaah umrah asal Jawa Timur di Bandara Juanda ini yang gagal berangkat.

Syaifullah merupakan jemaaah umrah yang telah sukses melakukan umrah di Arab Saudi.

Ia mengatakan, dirinya berangkat ke Arab Saudi tepat tanggal 19 Februari 2020 lalu, dan sukses pulang dengan tiba di Bandara Juanda dengan selamat hari ini, Kamis (27/2/2020).

"Saya ikut sedih, melihat mereka semua gagal umrah, semoga diberikan ketabahan dan tetap minta doa yang terbaik saja kepada Allah SWT," katanya kepada kepada TribunJatim.com, Kamis (27/2/2020) di Bandara Internasional Juanda.

Selama perjalanan pulang, ia mengatakan tidak ada informasi yang beredar terkait pemerintah Saudi melarang sementara masyarakat Indonesia untuk berangkat umrah dan ia baru tau informasi itu setelah tiba di Bandara Juanda.

Isi Dompet Raffi Dikuak Cak Lontong, Ludes Pasca Keliling Dunia, Duit Habis? Lihat Reaksi Gisel

"Saya baru tau informasi para calon jemaaah umrah gagal berangkat ke Arab Saudi ya hari ini mas pas di Bandara, ya semoga saja permasalahan virus corona bisa cepat berakhir agar suadara-saudara muslim kita bisa kembali berangkat umrah," ujarnya.

Ia juga mengatakan, untuk para calon jamaah umrah asal Jawa Timur yang gagal umrah ini diharapkannya tetap sabar dan serahkan segala urusannya kepada Allah SWT.

Arab Saudi Larang Warga Dunia Pergi Umrah, 81 Ribu Jemaah dari Jatim Terancam Gagal Berangkat

"Semoga para calon jamaah umrah asal Jawa Timur yang gagal umrah bisa tetap sabar, karena kejadian ini bukan salah siapa-siapa memang sepertinya adalah takdir tuhan untuk itu pasrahkan saja sama Allah SWT," tutup Syaifullah.

Pemilik Travel di Mojokerto Galau

Kebijakan Kerajaan Arab Saudi yang menghentikan sementara perjalanan Umrah secara mendadak sangat berdampak terhadap ratusan jemaah Umrah di Kabupaten Mojokerto.

Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto menerima laporan dari peyelenggara Umrah bahwasanya pengelola biro tour tidak bisa memberangkatkan jemaah Umrah ke tanah suci karena kebijakan Arab Saudi tersebut.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Mojokerto, Mukti Ali menjelaskan Kerajaan Arab Saudi membuat kebijakan penghentian sementara Umrah secara mendada.

Sesuai rilis yang diterima Kemenag Kabupaten Mojokerto melalui Kedutaan Besar Indonesia untuk Arab Saudi, pada pukul 02.00 dini hari waktu Arab Saudi atau pukul 06.00 WIB, secara tiba-tiba Kerajaan Arab Saudi membuat kebijakan untuk menghentikan sementara penyelengaraan Umrah.

"Pasti berdampak kegalauan terutama penyelenggara perjalanan atau travel Umrah itu sekarang ini belum pasti bagaimana kelanjutan jemaah Umrah yang terkendala adanya kebijakan penghentian Umrah sementara oleh Arab Saudi," ujarnya saat dikonfirmasi Surya, Kamis (27/2/2020).

Ia mengatakan sekarang menjadi persoalan bagaimana nasib jemaah Umrah yang sudah mengantongi terbit Visa maupun tiket perjalanan ke tanah suci.

"Yang menjadi permasalahan tersendiri bagaimana nanti kelanjutan terhadap jemaah Umrah yang sudah terjadwal dalam minggu ini bahkan satu bulan kedepan, karena sampai saat ini belum ada kepastian menyangkut hal tersebut," ungkapnya.

Terpenting, lanjut Mukti Ali, pihak penyelenggara perjalanan Umrah di Kabupaten Mojokerto sebisa mungkin memberi pengertian jemaah Umrah harus menerima karena ini bukan kebijakan pemerintah Indonesia.

"Ini adalah kebijakan tuan rumah jadi kita sebagai tamu ya pasrah menerimanya," jelasnya kepada Tribunjatim.com.

Ditambahkannya, ada dua biro travel penyelenggara ibadah Umrah di Kabupaten Mojokerto yang sudah berkoordinasi dengan Kemenag terkait dampak kebijakan Arab Saudi ini.

Dua biro tour yang memberangkatkan jemaah Umrah yakni dari PT. An Namiroh Travelindo dan biro travel Laa Roiba. Dipastikan rombongan jemaah Umrah tersebut batal berangkat karena dampak kebijakan ini.

"Dari biro tour itu sedianya besok akan memberangkatkan memberangkatkan jemaah Umrah tapi terkendala kebijakan ini kerena itu kami sudah sarankan agar pihak penyelenggara untuk memberikan pengertian dan pemahaman kepada jemaah supaya visa menerimanya," tandasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved