Kakek di Bojonegoro Gantung Diri Pakai Akar Pohon, Depresi Gegara Sang Anak Alami Gangguan Jiwa

Depresi karena anaknya alami gangguan jiwa, kakek asal desa Kecamatan Ngasem gantung diri di tiang listrik pakai tali akar pohon.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Petugas kepolisian Polsek Ngasem melakukan evakuasi dan olah TKP terhadap kakek yang gantung diri, Sabtu (29/2/2020) 

TRIBUNJATIM.COM, BOJONEGORO - Seorang kakek asal salah satu desa Kecamatan Ngasem, ditemukan tewas gantung diri, Sabtu (29/2/2020), pagi.

Kakek berinisial H itu mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di tower listrik. 

Kakek berusia 75 tahun itu menggantung dirinya menggunakan tali akar pohon di tiang tower tiang listrik yang tingginya hampir tiga meter. 

Isi Buku Tahlil Ashraf Sinclair, Dibuat Secara Khusus, Perhatikan Desainnya, Lihat Nama Asli Noah

Indonesia Disebut Tak Sengaja Bohong Soal Virus Corona, PM Australia Kuak Fakta, Benarkah Kita Aman?

Kapolsek Ngasem, AKP Dumas Barutu mengatakan, petugas mendapat laporan dari kades di wilayah setempat ada seorang kakek yang ditemukan gantung diri.

Begitu mendapat laporan, polisi langsung melakukan pemeriksaan dan olah TKP di sekitar lokasi.

"Laporan awal dari kades setempat, setelah kami cek memang benar ada seorang kakek yang gantung diri," ujarnya kepada awak media.

Ancaman Mengerikan Kim Jong Un ke Pejabat Jika Korea Utara Kena Virus Corona, Indonesia Berani Tiru?

Detik-detik Lagu ‘Cinta Sejati’ BCL Terhenti, Pandangi Noah & Ibunya dari Atas Panggung, Lihat Video

Kapolsek menjelaskan, dari hasil keterangan yang didapat, pria berusia setengah abad lebih itu depresi karena anaknya mengalami gangguan jiwa.

Apabila kambuh, anaknya telanjang merusak barang-barang yang ada di rumah.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

BREAKING NEWS - Perahu Penyebrangan Tradisional Tenggelam di Sungai Brantas Jombang

Namun ada luka bekas jeratan di leher dengan kedalaman 0,5 cm, yang disebabkan bekas tali akar pohon.

Selanjutnya korban diserahkan kepada pihak keluarga tanpa dilakukan proses autopsi sebagaimana permintaan pihak keluarga.

"Jenazah kita serahkan kepada pihak keluarga, pihak keluarga sudah menerima tanpa harus diautopsi," pungkasnya.

*Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri. Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa. Berbagai saluran telah tersedia bagi pembaca untuk menghindari tindakan bunuh diri, satu di antaranya, Anda bisa simak website Into the Light Indonesia di bawah ini: https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling/

Penulis: M Sudarsono

Editor: Heftys Suud 

Penulis: M Sudarsono
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved