Harga Gula Meroket, Gula Impor Bakal Digelontorkan Pemprov Jatim Bulan Maret ini

Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) akan menggelontorkan gula impor 14 Maret 2020 ini.

Istimewa/ TribunJatim.com
Harga Gula Merangkak Naik, Dewan Pimpinan Wilayah Seknas Jokowi Desak Pemerintah Lakukan Antisipasi 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) akan menggelontorkan gula impor 14 Maret 2020 ini.

Gula impor itu konon sebagai upaya pemerintah menstabilkan harga gula yang sepekan ini merambat naik, dari sebelumnya Rp 11.000 per kilogram, menjadi Rp 18.000 per kilogram di Magetan.

Malah kabarnya, sebelumnya mencapai Rp 21.000 per kilogram. Tapi harga itu, hanya bertahan dua har dan turun lagi sampai Rp 17.000 - Rp 18.000/per kilogram. Naik harga gula di pasaran di wilayah Magetan ini diduga karena adanya kelangkaan di pasaran.

"Memang masa giling gula masih akan berlangsung dua bulan lagi antara bulan Mei 2020 ini. Saya sudah koordinasikan dengan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, dengan Menteri Perdagangan, karena musim giling baru bulan Mei. Kalau musim giling bulan Mei, ada kemungkinan potensi terjadi kelangkaan gula," kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat berada di wana wisata Desa Genilangit, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, kepada Surya, Rabu (11/3).

Dikatakan Gubernur, saat itu Menko setuju untuk mengimpor gula, tanggal 5 Maret 2020 lalu, kepastian itu sudah dikonfirnasi kepada lembaga yang diberi izin untuk impor, tanggal 9 Maret 2020 akan merapat. Namun ketika tanggal yang dijanjikan dikonfirmasi, mundur tanggal 14 Maret 2020 mendatang.

7 Calon Pilkada Kabupaten Malang 2020 Paling Populer Versi ASTI, Sanusi Unggul, Disusul Geng Wahyudi

Lusa, Panitia Angket Bakal Panggil Bupati Jember Faida

Alasan Pasutri TKI Pasuruan Tega Bawa Kabur Anak Majikannya, Belum Punya Momongan Jadi Pemicunya

"Kita minta Disperindag rapat dengan Tim Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) kalau ini siapa yang mendistribusikan. Hasil rapat kemarin tanggal 14 Maret 2020 ini gula impor merapat dan lembaga yang diberi kewenangan mendistribusikan adalah Bulog," kata Khofifah.

Dipilihnya Bulog, lanjut Khofifah, untuk menghindari kemungkinan upaya "aji mumpung", karena ini ada kebutuhan, apalagi mendekati bulan syakban. Tapi kalau Bulog yang mendisribusikan, bisa dipastikan harga bisa tetep pada posisi Harga Eceran Tertinggi (HET).

Namun, Khofifah belum menyebut berapa ton gula yang diimpor dan akan didistribusikan di Jatim.

"Untuk berapanya, tolong bisa konfirmasi ke Bulog saja. Karena ada besaran tertentu yang sudah diizinkan, kemudian ada yang siap merapat tanggal 14 Maret 2020, nanti berapa banyak untuk Jawa Timur bisa lebih pas," ujar Gubernur Khofifah.

Saat ini dua pekan menjelang bulan puasa, harga gula dipasaran wilayah Kabupaten Magetan bisa tembus Rp 21.000 per kilogram. Namun dua hari ini, harga itu di wilayah Magetan kota turun hingga mencapai Rp 18.000 per kilogram.

"Harga Rp 17.000 - Rp 18.000 per kilogram ini untuk pembelian di toko grosir. Kalau toko eceran atau kelontong di pelosok harga bervariasi, umumnya diatas harga grosir," kata Muh Binsar Prakoso pemilik perusahaan minuman B'Milk, yang setiap harinya membutuhkan gula lebih dari 50 kilogram ini.(tyo/Tribunjatim.com)

 

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved