Kesedihan Anak Kandung Tahu Pasutri di Malang Tewas Bersama, Korban Langsung Dimakamkan: Kami Ikhlas

Rumah duka pasutri di Malang tewas bersama di rumah, tepatnya Desa Petungsewu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang masih diselimuti suasana berkabung.

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM/ERWIN WICAKSONO
Suasana pintu masuk gang rumah duka di Desa Petungsewu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Rabu (11/3/2020). Di pintu masuk gang, tampak dua bendera kematian yang masih terpampang 

Kesedihan Anak Kandung Tahu Pasutri di Malang Tewas Bersama, Korban Langsung Dimakamkan: Kami Ikhlas

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Rumah duka pasutri di Malang tewas bersama di rumah, tepatnya Desa Petungsewu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang masih diselimuti suasana berkabung.

Di pintu masuk gang, tampak dua bendera kematian yang masih terpampang. Suasana jalanan gang siang itu terpantau sepi.

Diketahui JW (42) dan YI (38) adalah pasangan suami istri.

Keduanya ditemukan tewas diduga karena bunuh diri.

Gagal Menyalip Truk Trailer, Ojek Online dari Malang Ini Terjatuh & Tewas Terlindas Ban Truk

Harga Gula Tembus Rp 16.500/Kilogram, Penjual Kue di Pasar Klojen Malang Lesu, Harap Cepat Normal

Pasutri di Malang Gantung Diri, Sisakan Uang Makan ke 3 Anaknya, Tulis Wasiat: Ojo Oleh Diotopsi

JW sang suami, ditemukan mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, sedangkan istrinya YI ditemukan terlentang di kamarnya dengan mulut berbusa, diduga karena keracunan.

Saat mengunjungi rumah duka, ada dua anggota keluarga yang sedang duduk bersama di halaman depan rumah. Di bagian dalam, tampak beberapa orang sanak keluarga tengah berkunjung di rumah itu.

"Keluarga datang menengok sejak kemarin," kata pria berinisial Y saat berbincang.

Tak banyak kata yang terucap dari mulut Y yang diketahui merupakan anak kandung korban.

Saat malam hari, kegiatan di rumah duka adalah tahlilan selama 7 hari.

"Tiap malam ada tahlilan," ujar Y singkat sembari menawarkan segelas teh hangat.

Y menerangkan, kedua orang tuanya telah dikubur di pemakaman umum desa setempat, Selasa (10/3/2020). Pemakaman tersebut terletak tak jauh dari rumah korban.

Y mengaku ikhlas menerima kepergian orang tuanya. Demikian juga dengan keluarganya.

Keikhlasan tersebut akhirnya melahirkan keputusan dari keluarga agar kedua korban tidak dilakukan otopsi.

"Kami ikhlas," terang Y sembari masuk ke dalam rumahnya.

Penulis : Erwin Wicaksono

Editor : Sudarma Adi

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved