Intip 'Angkasha' Desainer Imam Mustafa, Ready to Wear Unik, Dibatik dengan Margumbel Khas Sumenep

Desainer Imam Mustafa kenalkan Angkasha. ready to Wear dengan motif mega mendung yang digambar dengan teknik membatik Margumbel khas Sumenep.

Tayang:
Penulis: Akira Tandika | Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM/HABIBUR ROHMAN
Gandeng desainer fashion, Westown View padukan kecantikan gaya busana dengan properti dalam Beyond Evolusia. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Imam Mustafa jadi salah satu perancang busana yang bergabung dalam private fashion show "Beyond Evolusia" yang akan digelar, Sabtu (14/3/2020) besok. 

Dalam fashion show yang bakal digelar di Westown Gallery Surabaya itu, Imam Mustafa akan menampilkan 20 koleksi dari masing-masing brandnya yakni, IMUZ dan Imam Mustafa Premium.

Meski dari dua brand yang berbeda, Imam tetap mengambil satu tema utama yaitu, Angkasha.

Siapa Sosok Gadis Indigo yang Selamatkan Nyawa Wali Kota Risma dari Bahaya? Terjadi Saat Magrib

Abash Capek Ditanya Identitas Aslinya Wanita, Catut Kekasih: Lihat Lucinta Luna Bentuknya Bagaimana?

Dinamakan Angkasha, lantaran saat proses pengerjaan busana, Imam kerap melakukannya di atas Pesawat.

"Dalam tema ini, saya lebih banyak menampilkan motif bunga dan langit, juga permainan gradasi warna," ungkap desainer yang akrab disapa Imuz itu.

Untuk koleksi brand IMUZ, desainer asal Kabupaten Sumenep itu mengaku menggunakan kain dengan motif atraktif dan menggabungkan banyak motif.

Akhir Kisah Pria Bobol Toko di Trenggalek & Kabur ke Jateng Selama Sepekan, Berujung Diciduk Polisi

"Dengan begitu, saya bisa menghasilkan sesuatu yang baru dan beda dari desainer lainnya," ujarnya.

Awal mula Imuz, sapaan akrab Imam Mustafa, mengikuti acara fashion ini karena ditawari oleh Westown View.

Motif batik yang dipakai Imuz dalam koleksi Angkasha ini menggunakan batik mega mendung. Batik ini dilmbangkan dengan motif awan dan langit-langit.

Bertekad Beri Kejutan, Kapten PS Hizbul Wathan Juan Revi Ungkap Tiga Pesaing Kuat di Liga 2 2020

Jadwal Perempat Final All England Open 2020, Indonesia Gantungkan Harapan pada 4 Wakil Tersisa

"Selain Batik Mega Mendung, dalam koleksi kali ini saya juga akan menampilkan Batik Lurik, serta paduan denim dengan batik sebagai lambang penyatuan era modern dan tradisi. Nantinya busana itu akan menampilkan kesan kekinian dan dapat digunakan di berbagai occasion," jelasnya.

Meski terhitung merupakan ready-to-wear, namun Imuz tidak melupakan style dan ciri khas yang harus ada dalam busananya.

Brand IMUZ selalu identik dengan mixing batik berbagai motif dengan bahan lain. Juga bentuku potongan yang tetap dipertahankan sejak brand tersebut lahir hingga sekarang.

Bertekad Beri Kejutan, Kapten PS Hizbul Wathan Juan Revi Ungkap Tiga Pesaing Kuat di Liga 2 2020

"Satu yang membuat busana itu tampak Imuz banget adalah adanya tambahan zipper di bagian pundak sebelah kiri. Biasanya, orang yang sudah hafal dengan desain saya, pasti langsung bisa menebak," terangnya.

Meski memiliki tema yang sama, namun Imuz menaruh sedikit perbedaan untuk koleksinya dari brand IMUZ dan Imam Mustafa Premium.

Bagi Imuz, mengerjakan tema Angkasha untuk koleksi Imam Mustafa Premium terdapat tugas dan tantangan yang ia lalui.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved