Nyambi Jualan Sabu, Tukang Jahit di Pandaan Pasuruan ini Harus Mendekam di Sel Tahanan

Mata Sri Andayani, berkaca- kaca saat ditemui di Mapolres Pasuruan, Rabu (18/3/2020) siang.

Kolase Trbinjatim.com/Megapolitan Kompas
Ilustrasi penangkapan tersangka kasus sabu-sabu. 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN  – Mata Sri Andayani, berkaca- kaca saat ditemui di Mapolres Pasuruan, Rabu (18/3/2020) siang.

Ibu dua anak kini berstatus tahanan dan dia harus mendekam di sel tahanan Mapolres Pasuruan.

Sri, begitu ia disapa, tersandung kasus narkoba. Kedoknya selama ini terbongkar polisi. Warga Dusun Kedondong, Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan ini kini harus mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Perempuan yang sehari – hari bekerja sebagai seorang penjahit ini ditangkap di rumahnya oleh polisi pekan lalu.

Dari rumahnya, polisi berhasil mengamankan barang bukti sabu dengan berat 0,85 gram. Sabu yang diamankan ini sudah siap edar.  

“Saya tidak berjualan, saya hanya dititipi saja,” kata Sri saat ditanya wartawan dalam pers rilis.

Dia mengaku tidak mengetahui barangnya (sabu). Kata dia, barang itu biasanya sudah dibungkus, dan diletakkan temannya di luar rumahnya. Setelah itu, temannya satu lagi datang untuk mengambil.

"Saya tidak tahu, biasanya mereka juga datang dan pergi hanya titip saja. Saya dua kali dititipi, dan dikasih uang Rp 50 ribu,” aku dia.

Fatwa MUI Larang Salat Jumat di Masjid saat Wabah Corona Belum Berlaku di Jatim, Warga Perlu Cermati

7 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan saat Social Distancing, Disebut Bisa Mencegah Virus Corona

VIRAL Kisah Dokter Handoko Kerja untuk Pasien Corona di Usia 80 Tahun, Kondisi Kini Dikuak Keluarga

Wakapolres Pasuruan Kompol Hendy mengatakan, mengakui atau tidak mengakui itu hak tersangka. Kata dia, pihaknya sudah menemukan sejumlah alat bukti berupa barang bukti ini.

"Ini masih akan kami kembangkan, mudah-mudahan bisa melebar. Dan ini perlu menjadi catatan, sekarang sabu bisa menyasar siapa saja. Buktinya ini, ibu – ibu bisa ikut menjadi perantara penjualan sabu,” papar dia.  

Ia menerangkan, dampak sabu ini sangat luar biasa. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak tergiur dengan apapun iming – iming yang ditawarkan dari menjual atau menggunakan sabu – sabu ini.
            
Dalam kasus ini, Satresnarkoba Polres Pasuruan juga memamerkan dua tersangka lainnya yang juga ikut berjualan bisa sabu. Mereka adalah Yanto (28), dan Haris Iman Nursalim (36) warga Desa Pecalukan, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Dari kedua tersangka, polisi berhasil mengamankan barang bukti 20,63 gram. (lih/Tribunjatim,com)
 

--

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved