Virus Corona di Jatim

Khofifah Pastikan Ribuan Rapid Test Tiba Besok, Langsung Dibagi ke Semua RS di Jatim

Khofifah Pastikan Ribuan Rapid Test Tiba Besok, Langsung Dibagi ke Semua RS di Jatim.

Khofifah Pastikan Ribuan Rapid Test Tiba Besok, Langsung Dibagi ke Semua RS di Jatim
SURYA/SUGIHARTO
Gubernur Khofifah saat memberikan keterangan pers di Grahadi terkait perkembangan pasien Covid-19, Selasa (24/3/2020). 

Khofifah Pastikan Ribuan Rapid Test Tiba Besok, Langsung Dibagi ke Semua RS di Jatim

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memastikan bahwa besok pagi, Kamis (26/3/2020), sebanyak 10.000 rapid test akan tiba di Grahadi dan langsung di sebarkan ke daerah. 

Hal itu disampaikan Khofifah saat jumpa pers perkembangan kasus covid-19, Rabu (23/3/2020). Tapi sebanyak 10.000 alat rapid test tersebut dipastikan Khofifah bukan alat rapid test yang dipesan dari pemerintah pusat. 

Ibunda Presiden Jokowi Meninggal, Khofifah Ajak Warga Jatim Dirikan Salat Gaib dan Kirimkan Doa 

Cerita Pengantin Rela Tunda Resepsi Pernikahan Demi Cegah Corona, Khofifah Apresiasi dan Beri Hadiah

Alat tersebut merupakan sumbangan dari pihak swasta yang menamakan diri mereka Yayasan Tzu Chi Buddha yang diberikan pada Pemprov Jatim melalui Gugus Tugas Penanganan Covid-19.

“Insya Allah besok ada yang menyumbangkan alat rapid test covid-19 dan jumlahnya lumayan besar dari Tzu Chi Buddha, mereka akan sumbang rapid test 10 ribu,” ujar Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Rabu (25/3/2020). 

Dikatakan wanita yang juga mantan Menteri Sosial dan mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan ini, begitu alat rapid test tiba, maka besok akan langsung didistribukan ke rumah sakit-rumah sakit di Surabaya maupun rumah sakit daerah di Jawa Timur.

“Kita akan segera distribusikan sesegera mungkin. Proses distribusi sedang kita siapkan untuk bisa segera sampai ke daerah-daerah,” kata Khofifah.

Menurutnya ada sistem prioritas yang dibuat dalam pendistribusian alat rapid test ke daerah-daerah dan rumah sakit. Dimana faktor yang dilihat adalah dari faktor risiko, dan juga jumlah ruang isolasi di setiap rumah sakit.

Jumlahnya juga ditentukan berdasarkan variabel atau rasio. Sehingga setiap rumah sakit akan mendapatkan jumlah rapid test secara proporsional berdasarkan faktor tersebut.

“Yang mendapatkan prioritas tes adalah tenaga medis. Mulai dokter, perawat, paramedis yang berinteraksi langsung dengan pasien. Berikutnya yang positif dan keluarganya, PDP dan keluarganya. Artinya yang tersisir-sisir sudah harus terkonfirmasi dengan rapid test itu,” jelas Khofifah.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved