Virus Corona di Mojokerto

Kemenag Mojokerto Pastikan 17 Orang Yang Ikut Pelatihan PPIH Sudah Lakukan Isolasi Mandiri

Sebanyak 17 orang asal Kabupaten Mojokerto yang mengikuti kegiatan Pembekalan dan Pelatihan Calon Petugas Haji (PPIH Kloter) di Asrama Haji Sukolilo

TRIBUNJATIM.COM/MOCHAMMAD ROMADONI
Pengumuman SOP pelayanan nikah pada masa merebaknya virus Corona (Covid-19) yang dipasang di depan Kantor Urusan Agama Kecamatan Bangsal Kabupaten Mojokerto, Sabtu (28/3/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Sebanyak 17 orang asal Kabupaten Mojokerto yang mengikuti kegiatan Pembekalan dan Pelatihan Calon Petugas Haji (PPIH Kloter) di Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada 9-18 Maret 2020, telah melakukan isolasi secara mandiri selama 14 hari sesuai protokol kesehatan penanganan Virus Corona (Covid-19).

Mereka melakukan isolasi mandiri menyusul hasil diagnosa adanya peserta pelatihan calon petugas Haji yang dinyatakan positif Covid-19. Bahkan satu pesertanya asal Kabupaten Kediri meninggal dan hasil Swab positif Covid-19.

Informasi yang dihimpun di lapangan, peserta pelatihan calon petugas PPIH Kloter itu berasal dari instansi Kementerian Agama (Kemenag) dan sebagian petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto.

PPIH Kloter dibagi tiga yakni:

1. Ketua Kloter TPHI.
2. Pembimbing Ibadah.
3. Petugas Kesehatan Haji ada 3 orang (Dokter dan dua paramedis).

Santri Ponpes Bahrul Ulum Jombang Pulang ke Kota Malang, Wajib Masuk Bilik Semprot Disinfektan

Pelatih Persebaya Surabaya Aji Santoso Tambah Durasi Libur Pemainnya Hingga Kondisi Membaik

UPDATE CORONA di Jatim Minggu 29 Maret, 13 Wilayah Zona Merah, 2 PDP di Sidoarjo Meninggal

Adapun peserta PPIH Kloter dari Kemenag Kabupaten Mojokerto pada poin 1 dan 2 berjumlah 8 orang. Sedangkan, pada poin 3 dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto ada 9 orang.

Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto saat dikonfirmasi membenarkan ada anggotanya yang mengikuti pelatihan calon petugas Haji tersebut.

"Iya betul, semua petugas Mojokerto (PPIH Kloter, Red) sudah melakukan isolasi mandiri selama 14 hari," ujar Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Mojokerto, Mukti Ali, Minggu (29/29/2020).

Ia mengatakan mereka melakukan isolasi mandiri terhitung sejak kepulangan sudah memasuki hari ke-11 dan secara teori masa kritis itu pada hari ke 5-7. Meskipun sudah melewati masa itu pihaknya akan tetap memastikannya lagi.

"Kita sudah lewati itu namun demikian untuk memastikannya kami telah melakukan tes darah dan terbukti negatif, tinggal beberapa petugas dari Kemenag yang menunggu giliran tes," jelasnya.

Masih kata Mukti Ali, dari 17 peserta yang melakukan isolasi mandiri ada 10 orang sudah melakukan tes. Mereka melakukan tes darah dan Rontgen Thorax karena keterbatasan alat Rapid test Covid-19.

"Mereka tes mandiri dan menginfokan ke saya apakah mereka info ke Kadinkes atau tidak ini yang saya belun tahu," ungkapnya.

Sementara itu, belum ada keterangan resmi dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, dr. Sujatmiko terkait adanya petugas kesehatan yang ikut sebagai peserta PPIH Kloter di Sukolilo Surabaya. (Mohammad Romadoni).

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved