Breaking News:

Virus Corona di Surabaya

Masjid di Bandara Juanda dan Terminal Bungurasih Dinilai PWNU Jatim Rawan Penularan Covid-19

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur (PWNU Jatim) meminta takmir masjid yang berada di tempat transportasi umum untuk lebih berhati-hati

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM/FIKRI FIRMANSYAH
Bandara Juanda menerapkan social distancing sebagai upaya mengantisipasi penyebaran virus Corona. Satu di antaraya memberikan stiker jarak pada antrean check-in. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur (PWNU Jatim) meminta takmir masjid yang berada di tempat transportasi umum untuk lebih berhati-hati menjaga para jamaahnya agar tidak tertular Virus Corona (Covid-19).

Ketua PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar mencontohkan masjid yang berada di Bandara Juanda ataupun Terminal Bungurasih harus meningkatkan kewaspadaannya ketika ada kedatangan penumpang dari luar daerah, bahkan jika ada pesawat yang mendarat dari negara terjangkit.

"Masjid yang ada di bandara itu tingkat kehati-hatian nya harus lebih bahkan kalau ada informasi kedatangan penumpang misalnya dari India atau pun negara lain yang terjangkit," ucap KH Marzuki Mustamar, Senin (30/3/2020).

Jika pun takmir masjid tersebut memutuskan untuk meniadakan salat berjamaah pada waktu itu ataupun hari itu maka menurut PWNU Jatim hal tersebut bisa dimaklumi.

Sedangkan masjid yang tidak terlalu rawan namun menjadi jujukan jemaah seperti Masjid Nasional Al Akbar, Masjid Sunan Ampel dan masjid besar di kabupaten kota, menurut Marzuki boleh saja tetap melaksanakan salat Jumat ataupun salat rawatib secara berjamaah asalkan harus dengan kehati-hatian dan mengikuti protokol pencegahan penyebaran Covid-19 yang ada.

"Di setiap pintu ada bilik disinfektan, hand sanitizer, kalau ada dana ya dilakukan pengecekan suhu tubuh menggunakan thermal gun. Jadi kita ingin selamat dengan mematuhi pada ulil amri (pemerintah) tapi kita juga tetap memegang syariat," lanjut Pengasuh Ponpes Sabilurrosyad, Gasek, Kota Malang ini.

UPDATE CORONA di Blitar Senin 30 Maret, 1 Pasien PDP di RSUD Mardi Waluyo Kini Positif Covid-19

BREAKING NEWS - Pemkot Surabaya Rencanakan Karantina Wilayah, Kadishub: Barrier Hari Ini Tuntas

Cara Arab Saudi Tangani Pandemi Virus Corona, 1000 Lebih Pasien Positif Covid-19 dengan 8 Kematian

Sedangkan untuk masjid di pedalaman di kepulauan, menurut Marzuki kemungkinan tertularnya sangat kecil sekali sehingga diharapkan salat Jumat maupun salat jamaah lima waktu tetap dilaksanakan dengan tetap mengutamakan kehati-hatian.

"Kita harus berhati-hati tapi juga jangan terlalu panik, sikap apapun yang berlebihan akhirnya menjadi kontraproduktif dan itu menjadi tidak baik," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved