Breaking News:

Curiganya Sipir Lapas Porong Periksa Bungkusan Sweater untuk Tahanan, Hasil X-Ray Mengejutkan

Penggagalan upaya penyelundupan barang haram ke Lapas Porong itu dibenarkan Kakanwil Kemenkumham Jatim Krismono usai mendapatkan laporan dari Kalapas.

Penulis: Samsul Arifin | Editor: Sudarma Adi
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Tersangka AU saat ditangkap setelah melewati Xray Lapas Sidoarjo. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sipir Lapas Kelas 1 Surabaya di Porong berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 200 butir pil diduga ekstasi ke dalam lapas. 

Penggagalan upaya penyelundupan barang haram ke dalam Lapas Porong itu dibenarkan Kakanwil Kemenkumham Jatim Krismono usai mendapatkan laporan dari Kalapas Porong Tonny Nainggolan.

Krismono bercerita bahwa sekitar pukul 18.10 WIB seorang pengunjung berinisial AU memasuki area Lapas Porong dengan membawa paketan barang.

Jadi Kurir Sabu dan Ekstasi, Dwi Hanya Terdiam Saat Jalani Sidang

Simpan 10 Butir Pil Ekstasi di Saku Celana, Pria Ini Dikeler Polsek Genteng

Demi Sabu dan Ekstasi, Mama Muda Tuban Rela Jual Motor Matic: Motif Terkuak, Begini Fakta Sebenarnya

“Dia mengaku akan menitipkan pakaian untuk WBP berinisial YTS dan RSP,” ujarnya, Selasa, (31/3/2020). 

Karena gerak geriknya mencurigakan, petugas penjaga pintu utama (P2U) meminta AU untuk masuk ke Portir. Petugas pun mengunci pintu I dan II dilanjutkan dengan memeriksa barang bawaan yang dibawa AU melalui mesin X-Ray.

Pada mesin X-Ray, petugas melihat bungkusan mencurigakan. Paket yang berisi sweater baru itu pun digeledah.

“Ternyata di dalam lipatan sweater berwarna biru tua itu terdapat dua bungkusan plastik berisi pil yang diduga narkotika,” lanjut Krismono.

Petugas P2U kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Porong. Dilanjutkan dengan koordinasi dengan pihak Polsek Porong.

Pihak lapas lalu menyerahkan AU dan barang bukti yang ada kepada polisi.

Karena ulah hendak menyelundupkan pil berwarna merah muda itu, kedua WBP yang diduga terlibat kejadian tersebut yaitu YTS dan RSP diperiksa secara intensif. 

“Saat ini keduanya diletakkan di sel isolasi sambil menunggu penyidikan lebih lanjut dari kepolisian,” tutur Kalapas Tonny.

Kakanwil memberikan apresiasi dan menyatakan akan memberikan reward kepada petugas yang berhasil menggagalkan upaya terlarang tersebut. “Ini menjadi bukti bahwa kami tidak pernah main-main dengan peredaran gelap narkotika,” tutupnya.

Penulis : Samsul Arifin

Editor : Sudarma Adi

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved