Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Virus Corona di Indonesia

Kata Dokter soal Penggunaan Masker Kain Sebagai Alternatif Cegah Corona, Seberapa Efektifkah?

Dokter jelaskan soal penggunaan masker kain untuk cegah virus corona, seberapa efektifkah?

Editor: Pipin Tri Anjani
hongkongliving.com
(ILUSTRASI) Dokter jelaskan soal penggunaan masker kain untuk cegah virus corona, seberapa efektifkah? 

TRIBUNJATIM.COM - Masker menjadi satu di antara alat pelindung diri untuk mencegah penularan virus Corona atau Covid-19.

Hal ini diungkapkan oleh Dokter spesialis paru RS Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, dr. Erlina Burhan dalam konferensi persnya di Gedung BNPB pada Rabu (1/4/2020).

Namun tingginya permintaan di masyarakat membuat stok masker bedah di pasaran sekarang menjadi langka.

Kelangkaan ini menyebabkan masker kain menjadi alternatif bagi masyarakat umum.

UPDATE CORONA Rabu 1 April, Pasien Covid-19 di Jatim 93 Orang, Lansia 76 Tahun Berhasil Sembuh

Lalu seberapa efektifkah masker kain untuk melindungi dari corona?

Erlina menjelaskan meski dapat digunakan oleh masyarakat tapi masker kain tidak dapat memproteksi masuknya berbagai jenis partikel.

Dokter spesialis paru RS Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, dr. Erlina Burhan (Tangkap layar kanal YouTube Indonesia Lawyers Club)
Dokter spesialis paru RS Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, dr. Erlina Burhan (Tangkap layar kanal YouTube Indonesia Lawyers Club) ()

Karena 40 hingga 90 persen partikel masih mampu menembus masker kain.

Sehingga, ketika menggunakan masker ini, mayarakat tetap harus menjaga jarak sekitar 1 hingga 2 meter.

Lebih lanjut Erlina menyinggung terkait penelitian di United Kingdom (UK) terkait masker kain untuk cegah Covid-19.

"Ini ada research yang diadakan untuk menilai kegunaan masker kain," ujarnya seperti yang dikutip dari siaran langsung YouTube BNPB Indonesia, Rabu (1/4/2020).

"Adapun tujuan dari research ini karena terdapat kelangkaan masker bedah maupun N95 ditengah pandemi Covid-19," imbuhnya.

"Jadi penelitian ini dilakukan oleh Davies et al di UK," ungkapnya.

Dalam penelitiannya ini terdapat 21 orang partisipan sehat dengan mayoritas berusia 20-30 tahun.

Kemudian kata Erlina para partisipan diminta untuk membuat sendiri maskernya mengikuti protokol yang dibuat oleh peneliti.

Setelah itu dilakukan fit testing untuk melihat efektivitas dari masker kain.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved