Virus Corona di Indonesia
Selain Batuk dan Demam, Ahli Deteksi Gejala Tambahan Virus Corona, Badan Terasa Sakit hingga Mual
Dr Edo Paz, Wakil Presiden Medis K Health memaparkan gejala tambahan yang tidak biasa dikaitkan dengan virus Corona.
TRIBUNJATIM.COM - Umumnya, seseorang akan mengalami demam tinggi dan batuk kering jika terinfeksi virus Corona atau Covid-19.
Bahkan, ada orang yang memiliki gejala virus Corona dengan tanda-tanda mengalami sulit bernafas.
Meski gejala umum virus Corona sudah diketahui, namun para dokter yang menangani pasien dengan Covid-19 menemukan gejala tambahan virus corona.
Dr Edo Paz, Wakil Presiden Medis K Health memaparkan gejala tambahan yang tidak biasa dikaitkan dengan virus Corona.
Dikutip dari Business Insider, alah satu gejalanya adalah seseorang akan merasa sakit perut dan mual.
• UPDATE CORONA di Indonesia Kamis 2 April 2020: Total 1.677, Gorontalo & NTT Belum Ada Kasus Positif
• Surat Terbuka Pasien Positif Corona untuk Jokowi Minta Hasil Tes Swab, Stafsus dan Kemenkes Bereaksi
Bahkan, seseorang yang terpapar virus Corona atau Covid-19, dapat mengalami gejala kehilangan indera penciuman dan bau.
"Gejala tambahan yang dialami orang-orang termasuk kehilangan bau dan rasa, sakit perut, sakit tubuh, dan mual," kata Dr Edo Paz.
Masalah gastrointestinal, termasuk mual, diare, dan bahkan muntah, agak lazim pada pasien Covid-19.
David Hirschwerk, spesialis penyakit menular di Northwell Health, penyedia layanan kesehatan terbesar di New York, Amerika Serikat mengatakan bahwa dari apa yang dilihatnya, '10% pasien memiliki gejala gastrointestinal'.
Namun, apa yang tidak dipahami oleh para dokter adalah mengapa tampaknya ada begitu banyak gejala - dan hasil - dari Covid-19.

"Komunitas medis belum tahu mengapa virus Corona mempengaruhi orang secara berbeda, dan beberapa lebih intens dari yang lain," kata Paz.
Meski begitu, Dr Rishi Desai, kepala petugas medis di Osmosis, percaya bahwa gejala dan hasil dapat langsung berkorelasi dengan cara virus Corona bergerak melalui tubuh setiap orang yang terinfeksi.
"Setiap orang memiliki sistem kekebalan yang unik, dan sebagai hasilnya, beberapa orang akan bereaksi sangat agresif terhadap COVID-19, dan yang lain tidak," kata Desai.
"Gejala umumnya sesuai dengan tempat virus berada di dalam tubuh," lanjutnya.
Berapa Lama Virus Corona Menunjukkan Gejalanya?