Virus Corona di Malang

Okupansi Golden Tulip Hotel Kota Batu Turun Drastis Imbas Corona, Tebar Diskon 50 Persen Jadi Solusi

Golden Tulip Hotel and Resort di Kota Batu memberikan diskon 50 persen selama periode April 2020. Ini sebagai cara bertahan di tengah pandemi Corona.

Tribunnews.com
Ilustrasi Hotel 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aminatus Sofya

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Golden Tulip Hotel and Resort di Kota Batu memberikan diskon super besar untuk menginap selama periode April 2020.

Harga kamar tipe deluxe yang biasanya dibanderol Rp 1 juta per malam kini didiskon menjadi Rp 650 ribu.

“Kami memberi diskon hampir 50 persen untuk para tamu,” terang Marcomm Golden Tulip Hotel and Resort Kota Batu, Fanidia Larasati, Kamis (2/4/2020).

BERITA TERPOPULER JATIM: Wanita Sidoarjo Kaget Pria Asing Masuk Rumah hingga Hotel Tutup Efek Corona

Menurut Fani, potongan harga menginap di Golden Tulip Hotel and Resort itu adalah strategi yang dipilih manajemen untuk bertahan di tengah pandemi Covid-19 atau virus Corona.

Sebab, katanya, hotel kehilangan 80 persen okupansi selama wabah virus Corona menerjang Indonesia.

“Weekend itu biasanya kami selalu full booked. Dengan kondisi seperti sekarang, kami harus memikirkan strategi supaya bisa bertahan,” kata Fani.

Sosok Alyssa Daguise Pacar Al Ghazali, Calon Mantu Maia-Dhani Punya 9 Fakta Unik, Blasteran Perancis

Curhat Spontan Anak Mulan Jameela Soal Nasib di Sekolah, Ahmad Dhani Teriak, Safeea: Dijauhi Teman

Fani mengatakan, manajemen Golden Tulip Hotel and Resort juga memilih tidak menutup operasional hotel karena mempertimbangkan karyawan.

Meski, jam kerja karyawan dipotong dan pihak hotel mulai memberlakukan sistem shift.

“Jadi kami memberlakukan masa piket. Misal saya piket Senin dan Selasa, maka libur di hari Rabu dan Kamis. Tapi karyawan tetap masuk dan kerja,” ujar dia.

Daftar 17 Hotel di Malang dan Batu Tutup Sementara per 1 April 2020, Imbas Pandemi Virus Corona

Fani mengaku, dampak virus Corona sangat terasa bagi hotel bintang lima ini.

Apalagi, seluruh destinasi wisata di Kota Batu ditutup karena virus asal Wuhan, China ini.

“Yang datang ke Batu itu kan mayoritas wisatawan. Nah kalau semua destinasi ditutup, otomatis okupansi turun,” tutupnya.

Penulis: Aminatus Sofya

Editor: Arie Noer Rachmawati

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved