Virus Corona di Madiun

Bupati Madiun Surati Paguyuban Perantau Agar Tidak Mudik Demi Memutus Rantai Virus Covid-19

Bupati Madiun, Ahmad Dawami mengeluarkan surat resmi meminta para perantau asal Kabupaten Madiun agar tidak mudik saat lebaran mengingat pandemi virus

istimewa
Bupati Madiun Ahmad Dawami 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Bupati Madiun, Ahmad Dawami mengeluarkan surat resmi meminta para perantau asal Kabupaten Madiun agar tidak mudik saat lebaran mengingat pandemi virus Corona atau Covid-19 yang belum usai.

Harapannya, dengan tidak ada warga Kabupaten Madiun yang mudik dapat memutus rantai penyebaran virus corona.

Surat Edaran Bupati dengan nomor 443/167/402.011/2020 yang ditandatangani pada tanggal 27 Maret 2020 tentang antisipasi penyebaran virus Corona atau Covid-19 itu ditujukan bagi para perantau asal Kabupaten Madiun atau Paguyuban Madiun (Paguma).

Surat edaran tersebut ditujukan bagi Paguyuban Madiun di Jakarta, Surabaya, Bandung, Yogyakarta dan Batam. Surat Edaran Bupati Màdiun merujuk pada situasi perkembangan penyebaran wabah virus Corona secara nasional yang dalam kecenderungan memburuk.

“Kami mengimbau kepada warga Kabupaten Madiun yang berada di daerah perantauan untuk sementara tidak mudik terlebih dahulu hingga kondisi membaik,” kata Bupati yang akrab disapa Kaji Mbing ketika dikonfirmasi, Selasa (7/4/2020) siang.

Bupati Madiun Perpanjang Kegiatan Belajar di Rumah, Orangtua Diminta Awasi Anaknya Masing-masing

APD Tenaga Medis di RSU Bangil Pasuruan Hanya Cukup Tiga Minggu, Ini Saran Anggota Pansus COVID-19

Profil-Biodata Syakir Daulay, Video Cover Lagu Aisyah Istri Rasulullah Trending, Hafidz Quran Muda

Selain kepada warga yang tergabung dalam Paguma, surat edaran ini juga ditujukan kepada organisasi perkumpulan warga Madiun lain yang berada di kota-kota besar, seperti di Jakarta, Surabaya dan Bandung, terutama kota yang masuk dalam zona merah Covid-19.

Kaji Mbing, mengatakan mudik atau pulang kampung sudah menjadi kebudayaan setiap tahun ketika bulan Ramadan, namun dia berharap warga Kabupaten Madiun terutama yang berada di zona merah agar tidak mudik.

"Ketidakpulangan warga asal Kabupaten Madiun ke kampung halaman akan membantu Pemkab Madiun memutus rantai penularan virus Corona," pungkasnya.

Namun, apabila ada warga asal Kabupaten Madiun dari daerah zona merah COVID-19 yang terlanjut mudik diminta untuk melaporkan diri dan menjalani pemeriksaan medis yang ada di tiap desa.

Data persebaran virus Corona atau Covid-19 di Kabupaten Madiun hingga 3 April 2020 yaitu 401 orang dalam risiko (ODR), 144 orang dalam pemantauan (ODP), lima pasien dalam pengawasan, dan satu orang pasien positif Corona. (ADV/Tribunjatim.com)

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved