Gula Pasir Makin Langka di Kota Malang, Harga Melambung Capai Rp 18.500 per Kg
Komoditas gula pasir di sejumlah pasar di Kota Malang terpantau langka.
Penulis: Aminatus Sofya | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Komoditas gula pasir di sejumlah pasar di Kota Malang terpantau langka. Saat ini, harga gula di pasaran mencapai Ro 18.500 per kg dari semula Rp 12.000 per kg.
“Gula itu sekarang sulit. Sekarang harga eceran tertinggi Rp 18.500 per kg,” ucap pedagang di Pasar Besar, Yati, Rabu (8/4/2020).
Dia mengatakan beberapa bahan pokok juga mengalami kenaikan sebab stoknya menipis.
• UPDATE CORONA di Malang Rabu 8 April, Ada Tambahan 3 Pasien Positif: 2 Tenaga Medis, 1 Petugas Haji
• Kota Malang Bakal Ajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar, Wali Kota Sutiaji: Dalam Waktu Dekat
• 5 Kasus Positif Covid-19 Tanpa Gejala di Indonesia, Ada di Malang hingga Dialami Bupati Karawang
Bawang merah, misalnya, saat ini terpantau Rp 45.000 per kg dari semula Rp 35.000 per kg. Dan bawang putih, menjadi Rp 45.000 per kg dari semula Rp 38.000 per kg.
“Kalau bawang putih itu kan karena impor,” ucapnya.
Pedagang lain, Agus mengatakan harga minyak goreng cenderung stabil yakni Rp 12 ribu per liter. Sementara harga telur turun dari Rp 25 ribu per kg menjadi Rp 23 per kg.
“Iya telur hari ini turun,” ujar dia.
Pada bulan Maret, BPS Kota Malang mencatat Kota Malang mengalami deflasi sebesar 0,41 persen karena didorong oleh penurunan harga tiket angkutan udara dan bahan makanan.
Harga tiket pesawat turun sampai 23,65 persen dan berpengaruh terhadap deflasi sebesar 0,44 persen.
Selain itu, komoditi pendorong deflasi adalah cabai merah dan daging ayam ras. Kedua komoditi tersebut mengalami penurunan harga masing-masing 49,42 persen dan 2,4 persen.
Penulis : Aminatus Sofya
Editor : Sudarma Adi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/pedagang-di-pasar-besar-kota-malang.jpg)